Berita

Tersangka penyerangan terhadap calon pengantin, Kecot, mengakui aksinya karena dendam lama/Ist

Presisi

Penyerangan Calon Pengantin di Palembang Dilatari Dendam Lama

SELASA, 03 JUNI 2025 | 05:59 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Otak penyerangan terhadap calon pengantin pria Ahmad Handa (30) yang akan melangsungkan akad nikah di Jalan Panca Usaha, Kecamatan SU I Palembang berhasil diringkus tim gabungan Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang.

Tersangka Reno Aprianto alias Kecot (36) ditangkap polisi saat berada di kediamannya di Tiban I Blok AA, Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Ditemui di Polrestabes Palembang, Kecot mengakui perbuatannya. Ia mengatakan, sudah menaruh rasa dendam kepada korban sejak 2019 silam. Di mana, Ahmad Handa pernah menikam dirinya hingga mengenai tangan kiri dan punggung sebelah kiri.


“Dia tahun 2019 pernah menikam saya, di Semeru, kampung dia. Saya kurang tahu juga gara-gara apa. Pas lewat tempat dia tiba-tiba dia menikam saya dari belakang,” kata Kecot, dikutip RMOLSumsel, Senin 2 Juni 2025.

Kecot mengaku saat itu dirinya hendak membuat laporan polisi, sempat ditolak karena belum melakukan visum dan berobat. 

“Saya luka di tangan sebelah kiri dan punggung,” ungkap Kecot.

Dia juga menjelaskan, penyerangan itu bermula ketika dia melintas di depan rumah korban dan melihat ada keramaian. Selanjutnya, Kecot mengetahui bahwa korban Ahmad Handa akan melangsungkan pernikahan di lokasi kejadian.

“Hari Kamis, pas mau ke rumah mertua ada keramaian di tempat dia, saya cari tahu ternyata dia mau menikah, karena merasa sakit pernah ditikam. Saya mengajak teman-teman untuk menyerang dia Pak,” tambah Kecot.

Disinggung mengenai siapa yang memegang pistol, dia tidak mengetahuinya. Saat kejadian, dirinya hanya fokus mengejar dan menyerang korban Ahmad Handa dengan menggunakan senjata tajam.

“Saya tidak tahu (siapa yang pegang pistol), memang ada suara letusan sekitar jarak 20 meter. Setelah mengejar korban, ada suara letusan, kami kira polisi dan kami tidak tahu karena fokus mengejar korbah,” tuturnya.

Sebelumnya, Polisi berhasil meringkus satu dari empat pelaku penyerangan terhadap calon pengantin Ahmad Handa, yang akan melangsungkan akad nikah di Jalan Panca Usaha, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan SU I Palembang.

Tersangka adalah Reno Aprianto alias Kecot (36), warga Tiban I Blok AA, Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Sedangkan tiga pelaku lainnya yakni RN alias Bodang (30), BM alias Toya dan YN masih buron.

Reno Aprianto alias Kecot diringkus tim gabungan Jatanras Polda Sumsel bersama Satreskrim Polrestabes Palembang di Kota Batam, Kepulauan Riau, beberapa hari yang lalu.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Harryo Sugihhartono didampingi Kasat Reskrim AKBP Andrie Setiawan mengatakan, penangkapan tersangka Kecot bermula dari kendaraan Toyota Calya nopol B 2893 UIN yang dikendarai pelaku ditinggalkan di pinggir jalan. 

"Di mobil itu anggota menemukan sebilah sajam jenis parang dan satu unit Hp milik tersangka (Bambang). Dari sanalah kita bisa mengungkap pintu awal penyelidikan dan berhasil menangkap seorang pelaku utama," kata Harryo saat gelar perkara di Palembang.

Harryo mengatakan, motif dibalik pengeroyokan itu dikarenakan dendam lama. Di mana, Kecot pernah bersitegang dan ditikam oleh Ahmad Handa pada 2019 silam. Rasa ingin balas dendam itulah yang membuat tersangka nekat menyerang korban.

Lanjut Harryo, ketika tersangka Kecot kembali lagi ke Palembang dari Batam, melintas di depan rumah korban dan melihat sedang ada keramaian. Dia pun mencari tahu dan mendapati bahwa Ahmad Handa akan melangsungkan pernikahan.

“Lalu, pelaku Kecot meminta bantuan ketiga rekannya RN, BM, dan YN untuk menyerang korban tepat di hari pernikahannya. Setiba korban Ahmad Handa di lokasi kejadian atau tempat akan berlangsung pernikahan para pelaku langsung menyerangnya,” tutur Harryo.

Setelah melakukan aksi penyerangan, empat pelaku langsung kabur menggunakan kendaraannya. Hanya saja, setiba di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan SU I Palembang, mereka meninggalkan mobil tersebut.

“Dari handphone milik tersangka BM (DPO), kita bisa membuka tabir penyelidikan. Para tersangka kita sangkakan dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana 9 tahun penjara. Kita imbau untuk pelaku yang buron agar menyerahkan diri,” tegas dia.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya