Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Perdagangan Memanas, Saham Eropa Dibuka Melemah

SENIN, 02 JUNI 2025 | 16:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa dibuka melemah pada perdagangan awal Juni, setelah membukukan kenaikan pada Mei lalu.

Pelemahan  terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. China tidak terima dengan tuduhan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengatakan Beijing telah melanggar perjanjian perdagangan. China kemudian balik menuduh AS yang telah melanggar kesepakatan.

STOXX 600 di seluruh benua turun 0,2 persen pada pembukaan perdagangan Senin 2 Juni 2025. 


Trump mengumumkan rencana untuk menggandakan tarif baja dan aluminium menjadi 50 persen dari sebelumya  25 persen. Langkah ini telah menuai kritik dari Uni Eropa. 

Sementara itu, para trader bersiap menghadapi keputusan moneter dari bank sentral Eropa (ECB) pada akhir pekan ini, dengan harapan akan adanya pemotongan suku bunga lainnya. 

Investor juga dengan cermat memantau hasil putaran kedua pemilihan presiden Polandia, di mana kandidat euroskeptis Karol Nawrocki keluar sebagai pemenang. 

Saham Sanofi turun 0,5 perseb, dengan perusahaan mengumumkan akan mengakuisisi Blueprint Medicines Corporation seharga 9,1 miliar Dolar AS. 

Sementara itu, Saham Novartis naik 1,3 persen setelah uji klinis menunjukkan hasil yang kuat untuk obat kanker mereka.

Indeks FTSE 100 juga mengalami penurunan 0,2 persen. Di Inggris, saham-saham pertahanan melampaui kinerja setelah pemerintah mengungkapkan rencana senilai 15 miliar Euro untuk memperluas armada kapal selam serangnya dan berinvestasi dalam penangkal nuklir di bawah aliansi AUKUS. 

Menteri Pertahanan John Healey mengatakan strategi tersebut akan mengirim pesan kuat kepada Moskow. 

Saham-saham Babcock naik hingga 3,9 persen, dengan BAE Systems, Rolls-Royce, dan QinetiQ juga mengalami kenaikan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya