Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Trump: Tarif Baja 50 Persen Berlaku Rabu

SENIN, 02 JUNI 2025 | 12:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat (AS) menunjukkan keseriusannya untuk menaikkan tarif impor baja dan aluminium sebesar dua kali lipat. 

Pada rapat umum di Pittsburgh akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan langkah tersebut akan memperkuat industri baja AS, mengurangi ketergantungan pada China, dan melindungi lapangan pekerjaan.

"Kami akan memberlakukan kenaikan tarif sebesar 25 persen. Kami akan menaikkannya dari 25 persen menjadi 50 persen - tarif baja ke Amerika Serikat, yang akan semakin mengamankan industri baja di Amerika Serikat," kata Trump dikutip dari Reuters, Senin 2 Juni 2025.


AS adalah importir baja terbesar di dunia dengan total 26,2 juta ton baja impor pada tahun 2024, menurut Departemen Perdagangan. Akibatnya, tarif baru tersebut kemungkinan akan meningkatkan harga baja secara keseluruhan, yang akan berdampak pada industri dan konsumen.

Trump kemudian mengunggah di media sosial bahwa kenaikan tarif juga akan berlaku pada produk aluminium dan akan berlaku pada hari Rabu pekan ini.

Pengumuman ini memicu reaksi keras dari mitra dagang AS di seluruh dunia.

Kamar Dagang Kanada dengan cepat mengecam kenaikan tarif tersebut sebagai "bertentangan dengan keamanan ekonomi Amerika Utara."

Serikat pekerja United Steelworkers Kanada juga menyebut langkah itu sebagai serangan langsung terhadap industri dan pekerja Kanada.

Komisi Eropa mengatakan pada hari Sabtu bahwa Eropa siap untuk melakukan pembalasan.

"Keputusan ini menambah ketidakpastian pada ekonomi global dan meningkatkan biaya bagi konsumen dan bisnis di kedua sisi Atlantik," kata juru bicara Komisi Eropa.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya