Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jet Tempur India Jatuh di Wilayah Konflik Pakistan

MINGGU, 01 JUNI 2025 | 10:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kepala Staf Pertahanan India, Jenderal Anil Chauhan secara tidak langsung mengakui bahwa negaranya kehilangan sejumlah jet tempur dalam konflik bersenjata empat hari dengan Pakistan yang terjadi awal bulan Mei. 

Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg TV di sela-sela forum pertahanan internasional Dialog Shangri-La di Singapura.

"Menurut saya, yang penting adalah, bukan jatuhnya jet tempur, tetapi mengapa mereka jatuh," ujar Jenderal Chauhan, menekankan pentingnya evaluasi taktis atas insiden tersebut, seperti dimuat AFP pada Minggu, 1 Juni 2025.


Konflik yang dimulai menyusul serangan terhadap wisatawan sipil di Kashmir pada 22 April itu menandai ketegangan militer terburuk antara dua negara bertetangga bersenjata nuklir tersebut sejak tahun 1999. 

Gencatan senjata akhirnya dicapai pada 10 Mei, setelah lebih dari **70 korban jiwa** tercatat akibat serangan rudal, drone, dan tembakan artileri dari kedua belah pihak.

Pakistan mengklaim bahwa pasukan udaranya, yang didukung oleh jet tempur buatan Tiongkok, berhasil menembak jatuh enam pesawat tempur India. 

Namun, Jenderal Chauhan dengan tegas membantah klaim tersebut:

"Klaim Pakistan bahwa mereka menembak jatuh enam pesawat tempur India adalah sama sekali tidak benar," ujarnya saat itu.

Meskipun demikian, ketika ditanya secara spesifik tentang kemungkinan kerugian udara India, Chauhan tampaknya mengakui adanya kehilangan pesawat, meskipun tidak merinci jenis atau jumlahnya.

Sebelumnya, pada 11 Mei, sehari setelah gencatan senjata, Marsekal Udara India A.K. Bharti menyatakan bahwa semua pilot telah kembali dengan selamat. 

Namun, seorang sumber keamanan seniormengatakan bahwa tiga jet India jatuh di wilayah dalam negeri, tanpa mengungkapkan lebih jauh mengenai penyebab atau spesifikasi teknis pesawat.

Pemerintah India hingga kini belum merilis pernyataan resmi terkait kehilangan pesawat tempur. 

Konflik ini dipicu oleh serangan paling mematikan terhadap warga sipil di Kashmir dalam beberapa dekade terakhir. New Delhi menuduh Islamabad berada di balik serangan, dengan alasan bahwa kelompok militan yang bertanggung jawab mendapat dukungan dari Pakistan.

Islamabad membantah tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai propaganda politik India menjelang musim pemilu negara bagian.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

DPR Minta TVRI Maksimalkan Siaran Piala Dunia hingga Pelosok Negeri

Jumat, 30 Januari 2026 | 12:12

Budisatrio Dinilai Tepat Gantikan Sugiono di Kementerian Luar Negeri

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:53

KPK Kembali Periksa Lima Pejabat Pemkab Bekasi Terkait Kasus Suap Ijon Bupati Ade Kuswara

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:47

Trump: Putin Setuju Tahan Serangan ke Ukraina Selama Musim Dingin Ekstrem

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:29

Lonjakan Harga Emas Diprediksi Tembus Rp4,2 Juta Akhir Tahun

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:16

Pasar Minyak Masih Bergejolak Tanggapi Rencana AS Serang Iran

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:08

Bawang Putih Impor Bakal Masuk Pasar, Kemendag Targetkan Harga Jinak Sebelum Ramadan

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:50

Saham Nokia Anjlok, Ketua Dewan Komisaris Mengundurkan Diri

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:20

Buntut Kasus Hogi Minaya, Kapolresta Sleman Dinonaktifkan

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:01

Rapat Pleno Tetapkan Gus Yahya Kembali Pimpin NU

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:01

Selengkapnya