Berita

Menteri Koordinator Hukum, HAM, dan Demokrasi BEM Universitas Lampung (Unila) Ghraito Arip/dok pribadi

Politik

Kasus Dugaan Joki Jurnal Internasional, BEM Unila Minta Pejabat yang Terlibat Dicopot

SABTU, 31 MEI 2025 | 04:18 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Menteri Koordinator Hukum, HAM, dan Demokrasi BEM Universitas Lampung (Unila), Ghraito Arip, menilai kabar pemeriksaan Kemdikti Saintek terhadap beberapa Guru Besar sebagai fenomena puncak gunung es yang banyak terjadi di beberapa kampus Lain.

BEM Unila mengecam dugaan praktik perjokian jurnal internasional yang diduga dilakukan Guru Besar Unila.

“Kami merasa Unila ini keblinger karena telah bangga pernah mendapatkan rekor MURI untuk pengukuhan Guru Besar terbanyak. Padahal kami menilai, Unila sedang mempertontonkan permasalahan sistemik yang diumbar ke publik,” ujar Ghraito Arip, dikutip RMOLLampung, Jumat 30 Mei 2025.


Dia melanjutkan, BEM Unila sedang menginventarisasi nama-nama yang diduga terlibat, termasuk pihak ketiga yang tidak berkontribusi secara substansial terhadap penelitian yang dipublikasi di jurnal internasional.

“Kami menemukan sejumlah nama Guru Besar yang juga pejabat Struktural di Unila yang diduga terlibat. Hampir semua nama yang diduga terlibat merupakan pejabat di LPPM Unila di periode rektor sebelumnya,” sambungnya.

Saat ini, BEM Unila telah membentuk tim advokasi dan dalam waktu dekat pihaknya akan menyampaikan pengaduan resmi ke Kemdikti Saintek

“Karena kami yakin apabila tim pemeriksanya dari Unila maka tim tersebut tidak akan bekerja maksimal karena melibatkan nama-nama besar dan pejabat struktural kampus,” lanjutnya

Jika dugaan tersebut terbukti, maka BEM Unila meminta Kemdikti Saintek untuk mencabut gelar Guru Besar untuk mereka yang terlibat dan mencopotnya dari jabatan struktural yang sedang diduduki di Unila.

“Lebih jauh kami meminta Kemdikti Saintek untuk mengevaluasi akreditasi Unila. Karena, apabila kasus ini tidak diberi sanksi yang berat maka akan terus terjadi pelanggaran semacam ini,” pungkasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Pasar Minyak Wait and See Situasi Terkini Hormuz

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:14

Kedekatan dengan Megawati Menguntungkan Pemerintahan Prabowo

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:04

Telur Jatuh di Bawah Harga Impas, BGN Turun Tangan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:51

Kebakaran Hebat di Kemayoran Ludeskan 250 Rumah

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:38

Video Parade ALF di Perbatasan Aljazair Jadi Sorotan Internasional

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:32

Anies Angkat Topi untuk Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:31

IHSG Loncat 1,35 Persen, Rupiah Tertekan Pagi Ini di Rp17.888 per Dolar AS

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:26

Iran Ancam Hentikan Negosiasi Jika Israel Terus Serang Lebanon

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:09

Wildan Hakim: Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati Peristiwa yang Natural

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58

GREAT Institute: Shangri-La Dialogue Krusial untuk Navigasi Ketidakpastian Geopolitik

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya