Berita

Fasilitas stairlift di Candi Borobudur/Ist

Publika

Politisasi Stairlift Tak Sesuai Cinta Kasih Ajaran Buddha

Oleh:Adian Radiatus*
JUMAT, 30 MEI 2025 | 09:54 WIB

BARANGKALI didasari kecintaan dan kebanggaan pada Candi Borobudur yang dirasakan mutlak sebagai milik umat Buddha, maka muncul di media sosial adanya pihak yang menyuarakan penentangan akan pemasangan sejenis angkutan orang secara personal bernama stairlift.

Meskipun demikian, isi dari aspirasi suara penolakan tersebut cenderung terkesan adanya kepanikan dan ketidaksenangan emosional seakan dapat dan sudah dipastikan merusak keaslian candi yang bernama Borobudur itu, bahkan seakan meruntuhkan marwahnya. 

Tentu saja penambahan suatu fasilitas atas sebuah bangunan bernilai sejarah dan sakral bagi umatnya mesti mempertimbangan azas fungsi dan manfaat.


Di mana dalam konteks ini kita juga melihat adanya handle stainless steel di dekat anak tangga yang berfungsi sebagai alat bantu bagi pengunjung di sana dan tiada noda apa pun yang dirasakan umatnya atas keberadaannya.

Sehingga penyoalan pemasangan stairlift menjadi terkesan kerisauan yang berlebihan.

Untuk itu kiranya harus dipahami bagaimana sejarah Candi Borobudur yang sudah tertutup berbagai ilalang pohon tertimbun tanah pula hingga muncul tampil megah penuh keindahan seperti yang kita saksikan.

Kini Candi Borobudur bukan hanya menjadi milik umat Buddha, namun juga milik rakyat Indonesia serta dunia. Luar biasa.

Jadi tentu saja dalam konteks ini semua perkembangan peradaban memiliki dimensi kekuatannya masing-masing.

Sehingga ketika sebuah alat bantu terkhusus bagi kepentingan pengunjung dengan kondisi fisik terbatas dan juga fungsional keamanan lainnya sangatlah manusiawi dan tidak bertentangan dengan ajaran Buddha.

Di mana segala wujud adalah "anicca", tiada kekal, dapat berubah sesuai kebutuhan dan keadaan masa keberadaannya.

Namun demikian, terkait pemasangan stairlift tentu saja pemerintah sebagai penanggung jawab utama bukanlah bagian yang ingin merusak apalagi menghancurkan sebuah situs peninggalan yang sangat amat bernilai.

Tidak saja lahiriah semata tetapi juga batiniah. Sehingga sangat tidak perlu diragukan sama sekali tingkat manfaat dan fungsi alat bantu tersebut juga terhadap konstruksi maupun estetika candi secara menyeluruh.

Adalah tepat sebagaimana kisah seorang Maha Bhiksu ketika ditanya tentang rupang Buddha yang dibakar menjawab, oh buat lagi saja, itu hanya sebilah kayu. 

Maka dengan teknologi handal dipasanglah stairlift ketika sudah saatnya ada bhiksu atau umat atau pengunjung biasa yang sangat memerlukannya agar dapat ke atas candi dengan bahagia sesuai tujuan semangat cinta kasih ajaran Buddha.

Bukan justru menjadikannya politisasi yang memandang candi sebagai benda suci yang bahkan kelak diinjak pun tidak boleh bila dipandang dengan cara seperti itu.

*Penulis adalah Direktur Forum Buddhis Indonesia


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya