Berita

Dimas Kanjeng Taat Pribadi/Ist

Politik

Pendukung Setia Sejak 2014

Padepokan Dimas Kanjeng Siap Sukseskan Program Prabowo

JUMAT, 30 MEI 2025 | 05:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sejak dinyatakan bebas bersyarat pada April 2025 lalu, Dimas Kanjeng Taat Pribadi sudah mulai menjalani rutinitas di Padepokan Dimas Kanjeng yang berada di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. 

Bahkan padepokan tersebut kian bertambah ramai. Kegiatan-kegiatan keagamaan seperti belajar mengaji Al Qur’an, Tahfidz hingga istighosah semakin meningkat.

Memang tidak bisa dipungkiri, Padepokan Dimas Kanjeng selama ini kerap menjadi denyut nadi utama di Desa Wangkal itu. Pasalnya, masyarakat sekitar selalu terbantu dengan keberadaan Padepokan Dimas Kanjeng. Terutama dalam hal ekonomi. 


Selain itu, sosok Dimas Kanjeng kini menjadi pribadi yang religius sejak bebas. Selaku pengasuh padepokan, Dimas Kanjeng selalu menemani para santri yang selama ini bermukim di sana.

Hal ini diakui Daeng Uci, menantu Dimas Kanjeng. Sejak bebas, ayah mertuanya itu sangat fokus kegiatan keagamaan baik di padepokan ataupun luar kota.

”Iya, beliau (Dimas Kanjeng, Red) sudah bebas. Alhamdulillah, selama di tahanan, beliau berkelakuan baik dan berhak mendapatkan potongan remisi. Sehingga, beliau bebas lebih cepat,” ungkap Daeng dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Jumat, 30 Mei 2025.

Senada, pengurus padepokan, Bambang menyatakan bebasnya Dimas Kanjeng Taat Pribadi menjadi motivasi dan semangat baru untuk berkegiatan di Padepokan. Kini kegiatan keagamaan di padepokan semakin aktif.

”Kemarin-kemarin kegiatan di Padepokan ya seperti sholat berjamaah, belajar Al-Quran Mas. Sekarang setelah Pengasuh bebas, makin diaktifkan mas.Istighosah, mengaji bersama dan lainnya digalakkan,” kata Bambang, belum lama ini.

Ia merasa bersyukur karena warga sekitar senantiasa berhubungan baik dengan keluarga pengasuh dan santri di Padepokan. Sehingga semua kegiatan dapat berlangsung aman dan nyaman setiap hari. 

Warga sekitar pun sangat terbantu secara ekonomi dengan adanya kegiatan di padepokan. Apalagi, padepokan membantu perbaikan jalan dan bahkan jika ada warga yang sakit akan dibawa ke rumah sakit sekaligus ditanggung biayanya.

“Warga merasa nyaman dan senang dengan teman-teman di Padepokan ini. Kami selama ini berhubungan baik dengan masyarakat sekitar. Jika ada warga sakit, kami membantu antar dan dibantu biaya. Kemudian jalan rusak diperbaiki. Ditambah usaha warga sekitar ikut ramai karena santri makan di sekitar padepokan,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Prof Marwah Daud Ibrahim mengatakan, sejak bebasnya Dimas Kanjeng kegiatan padepokan makin kental dengan nuansa keagamaan dan aktivitas sosial. 

Menurutnya, lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an tak pernah berhenti dari pengeras suara di masjid. Hanya berhenti saat jeda waktu sholat saja.

Hal ini, lanjut Marwah, padepokan menunjukkan komitmennya dalam membantu kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dalam bingkai NKRI. 

“Santunan kepada masyarakat sekitar, yatim piatu dan fakir miskin menjadi kegiatan rutin di sini. Alhamdulillah ini satu kontribusi kami membantu pemerintah untuk mengangkat kualitas sosial ekonomi rakyat. Insya Allah ini sejalan dengan program unggulan dan strategis Presiden Prabowo Subianto,” kata bakal calon wapres di era Gus Dur ini.

Memang sejak dahulu, Padepokan Dimas Kanjeng sangat sering dikunjungi oleh tokoh-tokoh nasional. Sebut saja Jenderal TNI Moeldoko saat menjabat Panglima TNI dan juga Prof Mohammad Mahfud MD selaku Ketua Tim Pemenangan Pasangan Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014.

Tak heran bila Padepokan Dimas Kanjeng selalu dianggap sebagai pendukung kuat Prabowo Subianto sejak Pilpres 2014. 

“Saya dengar itu salah satu alasan mengapa ketika Pak Prabowo belum berhasil memimpin Indonesia pada 2014, beberapa pihak berupaya mengganggu dan bahkan ingin menjatuhkan padepokan,” kata salah seorang santri senior.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya