Berita

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo/RMOL

Politik

Jika Haji Isam Masuk PPP, Jokowi Berpotensi Jadi Caketum

KAMIS, 29 MEI 2025 | 18:22 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Bursa calon Ketua Umum PPP menjelang Muktamar pada tiga bulan mendatang makin bergeliat dengan wacana bergabungnya pengusaha ternama asal Kalimantan, Haji Isam. 

Menariknya, Haji Isam bukan masuk sebagai caketum. Tapi ia akan gabung ke PPP untuk mengusung kandidat caketum.

Dalam pandangan Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, jika Haji Isam masuk PPP maka peralihan kekuasaan di partai berlambang Kabah itu selesai.


"Kalau benar Haji Isam akan masuk ke PPP, maka dapat diduga perkara alih kuasa di PPP sudah selesai. Tinggal menunggu formalitasnya," kata Ray Rangkuti kepada wartawan, Kamis, 29 Mei 2025.

"Tentu saja, caketum jabatan paling strategis," sambungnya. 

Ditambahkan Ray, mengambil alih PPP bisa diartikan dengan menempatkan seseorang menjadi ketum. Dan jika Haji Isam akhirnya benar gabung PPP, maka menurut Ray Rangkuti, Jokowi potensial diajukan sebagai caketum pada Muktamar mendatang.

"Jika berhubungan dengan Haji Isam, kemungkinannya ada dua nama. Pertama Amran Sulaiman, dan kedua, Jokowi. Kedua nama ini potensial jadi caketum PPP berikutnya jika benar H Isam akan masuk ke partai ini," ucapnya.

Ray menuturkan, setidaknya ada dua alasan kenapa Jokowi cocok jadi caketum PPP. Pertama, Jokowi saat ini membutuhkan sarana untuk menggerakan visi politiknya. Sebab, PSI yang belakangan mencuatkan nama Jokowi sebagai caketum, dinilai masih terlalu lemah dan kurang mengakar.

"Dibutuhkan parpol yang lebih besar dan mengakar. PPP jelas memenuhi syarat itu. Maka, jika Haji Isam masuk, kemungkinan Jokowi akan didapuk sebagai caketum terbuka lebar," paparnya.

Kedua, jika menggaet PPP, akan dengan sendirinya menguatkan kembali posisi politik Jokowi.

"Ketiga, bisa menjadi bakal kendaraan politik bagi Gibran, atau bahkan Bobby. Gabungan PPP dan PSI di 2029 akan sangat diperhitungkan," demikian Ray Rangkuti.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya