Berita

Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Prabowo Tak Mungkin Berpolitik Picik Gunakan PDIP Bersihkan Menteri Warisan Jokowi

RABU, 28 MEI 2025 | 23:05 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sikap kritis PDIP terhadap sejumlah menteri incumbent dari pemerintahan Presiden Joko Widodo yang kembali menjabat di era Presiden Prabowo Subianto murni karena kinerja buruk. 

Analis komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga berpendapat, PDIP sebagai partai oposisi memang perlu memberikan kritik terhadap kinerja pemerintah sebagai penyeimbang.

“Jadi, kritik PDIP terhadap menteri warisan Jokowi semata karena kinerjanya rendah dan kerap kontroversial. Kiranya tidak ada perintah khusus dari (Ketum PDIP) Megawati harus mengkritik semua menteri warisan Jokowi tanpa dasar,” kata Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu, 28 Mei 2025.


Jamiluddin juga tidak sependapat jika sikap kritis PDIP terhadap menteri warisan Jokowi dituding sebagai hasil deal politik antara Megawati dan Prabowo.

"Prabowo tidak sepicik itu membersihkan antek-antek Jokowi di kabinet. Prabowo dalam berpolitik masih mengedepankan etika,” tutupnya.

Salah satu sikap kritis PDIP kepada menteri warisan Jokowi yakni ditujukan kepada Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi. PDIP bahkan memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan Budi Arie atas polemik judi online.

Sejumlah kader PDIP resmi melaporkan Budi Arie ke Bareskrim Polri pada Selasa, 27 Mei 2025. Dalam laporannya, Budi Arie yang merupakan mantan Menkominfo era Jokowi dengan Pasal 310 dan 311 terkait fitnah.

Laporan ini dilayangkan karena kader PDIP merasa sakit hati partainya dituding ada di balik kasus judi online yang sedang menyeret Budi Arie.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya