Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Kesepakatan Tarif Tak Pasti, Harga Logam Dunia Kompak Anjlok

RABU, 28 MEI 2025 | 09:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas melemah dibebani penguatan Dolar AS dan lonjakan indeks saham berjangka. 

Emas sebagai aset berdenominasi greenback, biasanya paling dicari selama periode ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. 

Percakapan telepon akhir pekan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memberi "dorongan baru" untuk pembicaraan perdagangan, setelah Trump menunda penerapan tarif 50 persen untuk barang-barang Eropa. 


Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis, Neel Kashkari, menyerukan agar suku bunga tetap stabil hingga ada kejelasan lebih lanjut tentang bagaimana tarif yang lebih tinggi memengaruhi inflasi.

Analis mengatakan, ada banyak volatilitas dalam harga emas karena perubahan pada kesepakatan tarif. 

"Saat ini, pasar mungkin mendapat kesan bahwa ada kesepakatan yang harus dicapai dan itu menekan emas," kata Bart Melek, Head of Commodity Strategies TD Securities dikutip dari Reuters, Rabu 28 Mei 2025.

"Pandangan bullish jangka panjang kami terhadap emas tidak berubah. Begitu pasar yakin bahwa Fed akan memangkas (suku bunga), emas akan mulai berkinerja baik," tambahnya, 

Emas batangan dengan imbal hasil nol cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.

Penurunan harga emas untuk sesi kedua berturut-turut ini juga diikuti oleh menyusutnya harga logam lain. 

Berikut pergerakan harga logam dunia pada penutupan perdagangan Selasa 27 Mei 2025 atau Rabu dini hari WIB.

- Emas spot turun 1,2 persen jadi .302,10 Dolar AS per ons
- Emas berjangka AS ditutup melemah 1,9 persen jadi 3.300,40 Dolar AS 
- Perak spot turun 0,4 persen jadi 33,21 Dolar AS per ons
- Platinum berkurang 0,1 persen menjadi 1.084,02 Dolar AS
- Paladium turun 1,2 persen menjadi 975,49 Dolar AS.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya