Berita

Peternakan domba dan kambing di Lampung/Ist

Bisnis

Dompet Dhuafa Bantu Peternak Raup Cuan Jelang Idul Kurban

RABU, 28 MEI 2025 | 04:47 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sambut kurban dengan bahagia, kini Dwi Indarto dan Yuliani serta petenak lainnya begitu semangat dalam memenuhi kurban di seluruh pelosok Lampung. Peningkatan yang terjadi setiap tahunnya menjadi modal bagi peternak dalam memenuhi permintaan pasar. 

Dwi penerima manfaat dan sekaligus mitra Tebar Hewan Kurban yang berada di Tulung Agung, Pringsewu, Lampung Selatan, merasakan dampak dengan berkolaborasi bersama Dompet Dhuafa.

Pria asal Jawa tersebut, bermula hanya mempunyai 30 ekor doka serta daya serap dan permintaan yang minim membuat Dwi Indarto resah. Bagaimana tidak, penjualan minim hingga doka (domba kambing) yang dijual tidak terlalu banyak diminati para pembeli. 


“Alhamdulillah dengan adanya Dompet Dhuafa dapat membantu saya dalam penyerapan doka ke pasar. Serta penambahan doka hingga sebanyak lebih 200 ekor. Selain itu dengan adanya pendampingan saya menambah wawasan terkait dengan pangan hingga manajemen kandang yang baik dan benar sehingga menghasilkan doka yang berkualitas,” ujar Dwi Indarto dalam keterangannya, Selasa, 27 Mei 2025.

Saat ini, Dwi juga membantu warga sekitar dengan membeli bibit bakalan doka serta digemukkan ke dalam kandangnya. Selain itu, Dwi juga membuat variasi pakan yang terdiri dari ampas singkong, ampas sawit hingga rumput yang berkualitas. Tidak jarang Dwi harus mendapatkan pakan tersebut dari luar Lampung.

Selain itu Dwi saat ini mencoba meraup keuntungan dengan berbisnis melalui jaringan media sosial.

“Wah kalau gunakan media sosial begitu cepat mas penjualannya, biasanya mereka langsung pesan dengan chat dan permintaan dengan video kualitas doka yang dipesan. Setelah itu pemesanan dilakukan dengan transfer atau datang langsung ke kendang. Selain itu permintaan akan doka ada peningkatan sebanyak 15 persen per tahun,” jelasnya.

Penggunaan media sosial cukup ampuh dalam mengembangkan industri peternakan di era saat ini. Dwi juga memperhatikan bobot hingga kesehatan terutama pada mulut hingga kuku. 

“Alhamdulillah hingga saat ini petugas dari pemerintahan selalu melakukan kontrol dan pengecekan terhadap kesehatan hewan,” ungkap dia.

Di tempat yang berbeda, Yuliani perempuan tangguh mantan buruh migran Indonesia yang sempat enam tahun mendiami negara Taiwan, lalu kembali ke tanah air dengan tekad bulat untuk berjuang atas sisa modal yang ia dapat baik untuk menyekolahkan anak hingga membuka peternakan. Bermula dari 40 ekor doka, saat ini Yuliani mengembangkan hingga 140 ekor. 

“Alhamdulillah saat ini daya serap permintaan cukup tinggi apalagi dengan berkolaborasi Dompet Dhuafa, banyak kebermanfaatan yang saya capai hingga menuntaskan anak kuliah,” kata Yuliani.

Yuliani yang tinggal di Gading Rejo, Pesawaran, Lampung mengajak para milenial untuk menekuni bidang peternakan, selain keuntungan yang diperoleh signifikan, manfaat lainnya adalah membangun lapangan kerja yang maksimal bagi masyarakat sekitar.

Kepala Cabang Dompet Dhuafa Lampung Nandrianto Suparno mengatakan, Dompet Dhuafa telah menetapkan standar bobot dan harga untuk setiap kategori hewan kurban.

Untuk hewan domba ekonomis bobot 18-22 kg, standar bobot 23-25 kg seharga Rp1.999.000, hingga platinum bobot 38-42 kg. Untuk sapi, tersedia bobot 250-300 kg dengan harga Rp13.999.000 per ekor atau Rp2.090.000 per 1/7 bagian.

"Sekitar 100-200 hewan yang disiapkan telah terjual, sementara sisanya disalurkan ke daerah-daerah pelosok 3T (tertinggal, terdepan, terluar) yang ada di Lampung, dan juga beberapa wilayah seperti Kabupaten Lampung Utara, Lampung Selatan, Lampung Timur, Tanggamus, dan Pesawaran,” pungkas Nandrianto.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya