Berita

Pelapor dugaan korupsi pengadaan di DPRD Banten/Ist

Hukum

Pengadaan Motorized Screen DPRD Banten Dilaporkan ke KPK

SELASA, 27 MEI 2025 | 00:45 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Diduga terjadi tindak pidana korupsi, pengadaan motorized screen DPRD Banten senilai Rp18,5 miliar dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pihak yang melaporkan itu adalah DPP Gerakan Kesejahteraan Relawan Nusantara (Gerakan Kawan) dan Paseba Tangerang Utara. Kedua pihak itu telah membuat laporan ke Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin, 26 Mei 2025.

Ketua Umum DPP Gerakan Kawan, Kamaludin, yang merupakan salah satu pelapor mengatakan, angka pengadaan motorized screen untuk meja rapat DPRD Banten pada tahun anggaran (TA) 2024 dianggap tidak masuk akal.


"Dengan nominal sebesar itu, masyarakat berhak bertanya, uang rakyat ini sebenarnya dipakai untuk apa? Jika harga pasar motorized screen berkisar Rp12 juta hingga Rp15 juta per unit, bahkan yang premium hanya Rp100 jutaan, bagaimana bisa DPRD Banten menganggarkan hingga Rp18,5 miliar? Apakah mereka membeli layar berlapis emas?" kata Kamaludin kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK.

Ia menjelaskan, pengadaan tersebut terbagi dalam dua paket, yaitu pengadaan motorized screen meja rapat bagian sisi/pinggir senilai Rp9.292.500.000, dan pengadaan motorized screen meja rapat bagian tengah senilai Rp9.233.500.000.

"Kedua paket ini dibiayai APBD 2024 dan berada di bawah tanggung jawab Sekretaris DPRD Banten, dengan lokasi proyek di kantor DPRD Banten, Jalan Syeh Nawawi Al-Bantani, KP3B, Banten,” terang Kamaludin.

Kamaludin menduga terdapat indikasi bahwa proyek tersebut tidak transparan dan sengaja dibuat buram, seperti tidak ada spesifikasi teknis yang jelas, jumlah unit yang akan dibeli pun disebut tidak tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP).

"Jika semua ini dilakukan secara terang-benderang, mengapa begitu sulit mendapatkan informasi detailnya?" heran Kamaludin.

Dalam analisisnya, Kamaludin menyoroti peran Sekretaris DPRD Banten, Deden Apriandhi Hartawan, yang saat ini juga menjabat sebagai Plh Sekda Banten dan pihak yang dianggap paling bertanggung jawab atas proyek tersebut.

"ini bukan uang pribadi, ini uang rakyat. Kalau memang pengadaan ini benar-benar diperlukan, buktikan. Tunjukkan berapa unit yang dibeli, spesifikasinya seperti apa, dan mengapa harganya bisa melejit jauh dari harga pasar. Jangan berlindung di balik meja birokrasi dan berharap publik lupa," terangnya.

"Bila kami asumsikan, kebutuhan akan motorized screen sebanyak 100 unit dengan harga tertinggi per unit sebesar Rp100.880.000, maka total anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan yang dimaksud sebesar Rp10.088.000.000, masih jauh lebih kecil dibandingkan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp18,5 miliar," sambung dia.

Menanggapi laporan itu, Jurubicara KPK, Budi Prasetyo memastikan pihaknya akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat yang masuk. KPK bakal melakukan penelaahan terhadap laporan itu.

"Kami pastikan secara umum setiap pelaporan masyarakat, KPK akan tindaklanjuti secara proaktif dengan melakukan pulbaket, melakukan verifikasi, telaah. Sehingga informasi-informasi itu menjadi utuh," kata Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Senin sore, 26 Mei 2025.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya