Berita

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani/RMOL

Politik

Penunjukan Bekas Tim Mawar Jadi Dirjen Bea Cukai Sudah Pertimbangan Presiden

JUMAT, 23 MEI 2025 | 18:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penunjukan Letnan Jenderal (Purn) Djaka Budi Utama sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang baru, menggantikan Askolani, menuai polemik. 

Pasalnya, Djaka Budi Utama disebut memiliki kedekatan khusus dengan Presiden Prabowo Subianto. Karena dia merupakan mantan anggota Tim Mawar, unit Kopassus yang terlibat dalam peristiwa penculikan dan penghilangan orang secara paksa pada 1997-1998.

Menanggapi polemik tersebut, Ketua MPR RI Ahmad Muzani berpandangan, penunjukan Djaka Budi Utama sebagai Dirjen Bea Cukai sudah dipertimbangkan oleh Presiden Prabowo. 


“Oh, saya kira (sudah dalam) pertimbangan, itu tentu saja itu hak prerogatif presiden melalui Kementerian Keuangan untuk menunjuk siapa dan apa harapannya,” kata Muzani kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 23 Mei 2025. 

Muzani mengatakan bahwa Presiden Prabowo menaruh harapan kepada Letjend Djaka Budi Utama bisa memberikan manfaat pada sektor bea cukai. 

“Presiden berharap penunjukan Dirjen Pajak dan Bea Cukai yang baru bisa memberikan benefit yang lebih besar bagi sektor penerimaan negara yang selama ini dianggap masih memiliki potensi bisa melonjak dari kedua sektor tersebut, perpajakan dan bea cukai,” ujar Sekjen DPP Partai Gerindra ini. 

Mengenai penunjukan Djaka Budi Utama yang dikaitkan dengan kedekatannya dengan Presiden Prabowo, Muzani kembali mengatakan bahwa Kepala Negara mempunyai pertimbangan tersendiri untuk memajukan sektor penerimaan negara melalui bea dan cukai. 

“Saya kira pertimbangan presiden adalah kemampuan yang bersangkutan bisa menggalang ataupun memaksimalkan penerimaan negara,” pungkasnya. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi melantik Djaka Budi Utama sebagai Dirjen Bea dan Cukai yang baru, menggantikan Askolani yang menjabat periode 2021-2025, Jumat 23 Mei 2025.

Selain itu, Bendahara Negara itu juga melantik Bimo Wijayanto sebagai Direktur Jenderal Pajak yang baru menggantikan Suryo Utomo.

Djaka Budi Utama merupakan seorang TNI Angkatan Darat dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal (Letjen). Jabatan terakhirnya sebagai Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) sejak Oktober 2024.

Djaka lulus dari SMA Negeri 39 Jakarta pada 1986, lalu melanjutkan pendidikannya di Akademi Militer dan lulus pada 1990. Ia menempuh berbagai sekolah atau kursus militer, di antaranya Sekolah Staf dan Komando AD (Seskoad), Kursus Komandan Batalyon (Susdanyon), Susunan Komandan Distrik Militer (Susdandim), Sesko TNI, hingga Lemhannas RI.

Selama berkarier di militer, Djaka pernah menjadi anggota Tim Mawar, unit Kopassus yang terlibat dalam peristiwa penculikan dan penghilangan orang secara paksa pada 1997-1998.

Merujuk pada buku "Menerobos Jalan Buntu; Kajian terhadap Sistem Peradilan Militer di Indonesia", Mahkamah Militer Tinggi II Jakarta pada 1999 menggelar peradilan untuk 11 orang anggota Tim Mawar yang diduga melakukan penculikan, termasuk Djaka.

Berdasarkan Putusan Perkara No. PUT.25-16/K-AD/MMT-II/IV/1999, Mahkamah Militer Tinggi II Jakarta telah menjatuhkan hukuman penjara 1 tahun 4 bulan kepada Kapten Infanteri (saat itu) Djaka Budi Utama.

Setelah terpidana, Djaka tetap melanjutkan karier di lingkungan militer. Ia mendapatkan promosi dan menduduki jabatan strategis sebagai Komandan Yonif (Dan Yon) 115 Macan Lauser pada 2004-2027. 

Djaka Budi Utama telah mundur dari TNI per 14 Mei 2025. Ia mengambil pensiun dini menjelang dilantik sebagai Dirjen Bea Cukai.

"Per tanggal 14 Mei 2025, Letjen TNI Djaka Budi Utama tidak lagi berstatus sebagai prajurit TNI aktif, dan telah memasuki masa pensiun dini,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, Jumat 23 Mei 2025.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya