Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

OPEC+ akan Tingkatkan Produksi, Harga Minyak Makin Anjlok

JUMAT, 23 MEI 2025 | 09:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak kembali turun pada penutupan perdagangan Kamis, 22 Mei 2025, dipicu kekhawatiran melonjaknya pasokan menyusul laporan bahwa OPEC+ sedang membahas peningkatan produksi untuk Juli mendatang.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun 47 sen atau 0,72 persen, menjadi 64,44 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 37 sen atau 0,6 persen, menjadi 61,20 Dolar AS.

Harga anjlok terjadi sejak Bloomberg melaporkan bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, atau OPEC+, sedang membahas kemungkinan peningkatan produksi besar pada pertemuan mereka di tanggal 1 Juni mendatang.


Laporan tersebut mengungkapkan bahwa, salah satu opsi yang sedang dibahas adalah peningkatan sebesar 411.000 barel per hari untuk bulan Juli, meskipun belum ada kesepakatan akhir yang dicapai.

"Spekulasi OPEC+ merupakan faktor terbesar saat ini," kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York.

"Keputusan OPEC+ ini akan sangat berat, dan hal yang tidak membantu adalah Kazakhstan tidak berhasil mencapai kesepakatan bulan lalu," tambahnya.

Sebelumnya kelompok tersebut dilaporkan berencana untuk mempercepat peningkatan produksi dan dapat meningkatkan produksi hingga 2,2 juta barel per hari pada bulan November. OPEC+ telah menghentikan pemangkasan produksi, dengan penambahan produksi di pasar pada bulan Mei dan Juni.

"Kami melihat pasar bereaksi terhadap bukti bahwa OPEC mengabaikan strategi untuk mempertahankan harga demi pangsa pasar," kata Harry Tchiliguirian dari Onyx Capital Group. 

"Ini seperti melepas plester; Anda melakukannya sekaligus," ujarnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya