Berita

Kakanwil Ditjenpas Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno/Repro

Politik

Bukan Alat Pengacak Sinyal, Ini yang Lebih Dibutuhkan di Dalam Lapas

KAMIS, 22 MEI 2025 | 17:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno, mengaku tidak membutuhkan alat pengacak sinyal di dalam Lapas yang menjadi binaannya.

Hal itu disampaikan Erwedi Supriyatno dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, membahas tentang sistem reformasi sistem pemasyarakatan untuk pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) agar semakin berkualitas dan berkeadilan.

Erwedi memaparkan, penyalahgunaan telepon seluler (ponsel) oleh warga binaan Lapas adalah untuk kepentingan yang berpotensi besar mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Para warga binaan, kata Erwedi, kerap beralasan memiliki ponsel di dalam lapas agar bisa menghubungi keluarganya. Namun alasan tersebut tidak dapat diterimanya.


“Padahal Lapas Muara Beliti sudah menyiapkan 16 wartelsus, bahkan ada 10 wartelsus yang gratis. Karena kantor itu  pun terbatas, karena memang kantor keuangannya terbatas,” kata Erwedi di dalam rapat, di Gedung Nusantara II, Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 22 Mei 2025.

“Kalau ada alasan untuk menghubungi keluarganya itu hanya alasan, karena sejatinya ponsel di dalam Lapas yang digunakan oleh narapidana itu menjadi salah satu sumber dari gangguan kamtib di Lapas,” sambungnya.

Menurutnya, penggunaan ponsel di dalam Lapas oleh para warga binaan cenderung untuk mengendalikan dan meminta narkoba serta melakukan penipuan. Selain itu, penggunaan ponsel juga bisa untuk bertransaksi keuangan dan bisa digunakan untuk membuat video-video konten yang negatif yang akhirnya bisa merusak citra Lembaga Pemasyarakatan.

Oleh sebab itu, pihaknya merasa lebih membutuhkan teknologi terbaik untuk dapat mendeteksi keberadaan ponsel di dalam Lapas, bukan alat pengacak sinyal.

“Sehingga ini memang menjadi sangat penting. Saya sepakat bahwa kebutuhan kita salah satunya adalah teknologi, selain jammer ada peralatan teknologi yang kita butuhkan adalah untuk bisa menangkal masuknya ponsel di dalam Lapas, jadi bisa terdeteksi langsung,” paparnya.

“Jammer memang penting, tapi kalau jammer dipasang kan tidak boleh, kenapa harus ada jammer?” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya