Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Pertarungan AI China Makin Sengit, Saham Baidu Terpeleset di Bursa

KAMIS, 22 MEI 2025 | 14:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham perusahaan teknologi asal China, Baidu, turun meskipun pendapatan kuartalannya naik secara mengejutkan. Hal ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap persaingan di bidang kecerdasan buatan (AI) dan kondisi ekonomi yang masih lemah.

Dikutip dari Bloomberg, Kamis 22 Mei 2025, saham Baidu turun lebih dari 4 persen dalam perdagangan di Amerika Serikat. 
Padahal, perusahaan melaporkan kenaikan pendapatan sebesar 3 persen pada kuartal pertama tahun ini, menjadi 32,5 miliar Yuan (sekitar 4,5 miliar Dolar AS). Angka ini justru di luar dugaan analis yang sebelumnya memperkirakan pendapatan akan sedikit turun.
Namun, laba operasional yang telah disesuaikan justru turun 20 persen. Sementara itu, laba bersih naik 42 persen, lebih tinggi dari perkiraan, walaupun sebagian kenaikan itu berasal dari keuntungan investasi.


Baidu mendapat dorongan dari meningkatnya kebutuhan komputasi menyusul pesatnya pengembangan AI di Tiongkok, khususnya lewat proyek DeepSeek. Ini membantu menutupi penurunan pendapatan dari sektor iklan.

Kenaikan pendapatan ini memberi ruang bagi Baidu, pengembang model AI Ernie, untuk mulai mencari cara menghasilkan uang dari AI. Namun, peralihan ini bisa berdampak pada bisnis utamanya di bidang pemasaran.

Saat ini, mesin pencari Baidu harus bersaing dengan aplikasi media sosial dan browser berbasis AI untuk menarik perhatian pengguna. Sementara itu, bisnis iklan online tetap tertekan oleh melemahnya daya beli masyarakat dalam negeri dan ketidakpastian akibat kebijakan tarif dari Amerika Serikat.

Sepanjang tahun 2025, saham Baidu naik sekitar 6 persen. Namun, kenaikan ini masih tertinggal dibandingkan perusahaan teknologi besar lainnya seperti Alibaba dan Tencent, yang lebih dulu bangkit berkat DeepSeek.

Seperti banyak perusahaan teknologi lainnya, Baidu kini mengandalkan teknologi AI generatif untuk meningkatkan permintaan layanan cloud mereka. Divisi cloud Baidu mencatat pertumbuhan penjualan dua digit dalam beberapa kuartal terakhir. Perusahaan juga berharap model Ernie bisa bersaing dengan DeepSeek dan menjadi pusat ekosistem aplikasi AI di masa depan.

Pendiri sekaligus CEO Baidu, Robin Li, pada April lalu mengatakan bahwa perusahaannya mampu mengembangkan model AI sekelas DeepSeek namun dengan biaya lebih rendah, berkat pusat komputasi baru yang menggunakan chip buatan sendiri.

Li menyebutkan bahwa Baidu kini fokus mengembangkan model AI multimodal, yaitu teknologi yang mampu menggabungkan data dari berbagai sumber seperti gambar dan video untuk menghasilkan konten, serta asisten virtual.

“Kami tidak harus menjadi yang tercepat di setiap bidang,” kata Li kepada para analis dalam sesi tanya jawab pada hari Rabu.

“Tapi kami memilih untuk fokus pada bidang yang memiliki nilai aplikasi nyata, dan di sanalah kami bisa membangun kemampuan yang benar-benar unggul,” ujarnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya