Ilustrasi/RMOL
Ilustrasi/RMOL
Sementara itu, impor Jepang turun 2,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini lebih kecil dari yang diperkirakan para analis, yaitu 4,5 persen.
Akibat ketidakseimbangan ini, Jepang mengalami defisit perdagangan sebesar 115,8 miliar yen (sekitar Rp13,1 triliun). Padahal, pasar sebelumnya memperkirakan akan ada surplus sebesar 227,1 miliar Yen (sekitar Rp25,8 triliun).
Populer
Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11
Senin, 15 Juni 2026 | 02:37
Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07
Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11
Senin, 15 Juni 2026 | 19:07
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21
UPDATE
Senin, 22 Juni 2026 | 20:22
Senin, 22 Juni 2026 | 19:50
Senin, 22 Juni 2026 | 19:48
Senin, 22 Juni 2026 | 19:42
Senin, 22 Juni 2026 | 19:32
Senin, 22 Juni 2026 | 19:20
Senin, 22 Juni 2026 | 19:16
Senin, 22 Juni 2026 | 19:15
Senin, 22 Juni 2026 | 19:09
Senin, 22 Juni 2026 | 19:05