Berita

Pentagon/Net

Dunia

Pentagon Terima Jet Hibah Qatar, Siap Dimodifikasi untuk Trump

KAMIS, 22 MEI 2025 | 11:23 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Departemen Pertahanan Amerika Serikat secara resmi menerima sebuah jet mewah Boeing 747 dari Qatar untuk digunakan sebagai Air Force One atau pesawat presiden sementara.

Mengutip laporan ABC News pada Kamis, 22 Mei 2025, jet tersebut, yang sebelumnya digunakan oleh keluarga kerajaan Qatar dan dijuluki sebagai “istana terbang,” kini tengah dipersiapkan untuk memenuhi standar keamanan penerbangan presiden.

"Menteri pertahanan telah menerima Boeing 747 dari Qatar sesuai dengan semua aturan dan peraturan federal," ujar juru bicara utama Pentagon Sean Parnell dalam pernyataan resminya. 


"Departemen Pertahanan akan bekerja untuk memastikan langkah-langkah keamanan yang tepat dan persyaratan misi fungsional dipertimbangkan untuk pesawat yang digunakan untuk mengangkut presiden Amerika Serikat," tambahnya.

Langkah ini dilakukan di tengah keterlambatan produksi dua Boeing 747-8 yang seharusnya menggantikan armada Air Force One yang telah beroperasi sejak awal 1990-an. 

Menurut laporan, pesawat sumbangan ini direncanakan akan digunakan oleh Presiden Donald Trump hingga pesawat baru siap dikirim sekitar tahun 2027.

Trump membela keputusan penerimaan jet tersebut dan menepis tuduhan adanya konflik kepentingan. 

"Mereka memberi Angkatan Udara Amerika Serikat sebuah jet, oke? Dan itu hal yang hebat," ujarnya saat berbicara di Ruang Oval. 

Dalam unggahan di Truth Social pada 13 Mei, Trump menegaskan, “Boeing 747 itu diberikan kepada Angkatan Udara Amerika Serikat/Departemen Pertahanan, BUKAN KEPADA SAYA!”

Namun, langkah ini menuai kecaman dari sejumlah anggota parlemen Demokrat, termasuk Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer yang menyebutnya sebagai suap terbesar dari pemerintah asing dalam sejarah Amerika.

"Tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini merupakan noda pada jabatan kepresidenan dan tidak dapat dibiarkan begitu saja," ujar Schumer.

Schumer juga mengajukan RUU yang melarang penggunaan pesawat asing sebagai Air Force One. Ia menuntut transparansi penuh atas kesepakatan tersebut yang diduga mencakup rencana untuk menyerahkan kepemilikan jet kepada Yayasan Perpustakaan Kepresidenan Donald J. Trump setelah masa jabatannya berakhir.

Sementara itu, Angkatan Udara AS kini memimpin upaya untuk memodifikasi jet tersebut agar memenuhi standar keamanan presiden. 

“Menteri Pertahanan telah mengarahkan Angkatan Udara untuk mulai merencanakan modifikasi pesawat,” kata Troy Meink, sekretaris Angkatan Udara, dalam sidang Senat. Rincian kontrak modifikasi tersebut, menurut juru bicara Angkatan Udara, masih dirahasiakan.

Penerimaan jet ini menambah daftar isu sensitif yang mengitari kepresidenan Trump dan membuka kembali perdebatan mengenai batasan etika antara bantuan luar negeri dan pengaruh politik domestik.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya