Berita

Menteri Koperasi Budi Arie didampingi Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono usai beraudiensi dengan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu, 21 Mei 2025/RMOL

Politik

Kelola Anggaran Rp240 Triliun

Budi Arie Minta KPK Kawal Program Kopdes Merah Putih

RABU, 21 MEI 2025 | 13:57 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Menteri Koperasi (Menkop), Budi Arie Setiadi minta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut mengawal program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih karena terdapat potensi kerawanan yang tinggi dengan anggaran mencapai Rp240 triliun.

Hal itu disampaikan langsung Menkop Budi Arie didampingi Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono, dan jajaran Kementerian Koperasi usai beraudiensi selama lebih dari 1 jam dengan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Mei 2025.

"Hari ini kami dari Kementerian Koperasi melakukan audensi dengan KPK, sehubungan dengan program 80.000 Kopdes Merah Putih. Karena program itu begitu strategis, begitu besar, termasuk melibatkan anggaran yang sangat besar,” kata Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Rabu siang, 21 Mei 2025.


“Maka kami meminta bantuan KPK untuk memberikan edukasi, pendidikan antikorupsi juga untuk para pengelola kopdes, juga pengawasan dan mitigasi risiko," tambahnya.

Budi berharap, kerja sama dengan banyak pihak, termasuk dengan KPK membuat program Kopdes Merah Putih bisa kredibel.

"Karena program Kopdes Merah Putih ini memang bertujuan untuk meningkatkan kemajuan bagi desa, kesejahteraan masyarakat, dan juga memutus mata rantai kemiskinan, dan juga menghilangkan rentenir tengkulak di desa-desa, dan membangun serta membentuk sistem ekonomi yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan," jelas dia.

Usai audiensi ini kata Budi, pihaknya akan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan KPK, salah satunya meminta agar pegawai KPK masuk dalam tim Kopdes Merah Putih untuk melakukan saran, dan mitigasi jika ada potensi pelanggaran hukum.

"Karena program ini tujuannya mulia. Kopdes Merah Putih ini program dengan tujuan yang sangat mulia dari Bapak Presiden, yang harus kita kawal dengan baik. Karena manfaatnya akan dirasakan oleh warga masyarakat, khususnya warga desa, dan juga bagaimana usaha dari pemerintah, khususnya pemerintahan Pak Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih ini untuk sama-sama mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia," terangnya.

Apalagi, lanjut Budi, program Kopdes Merah Putih memerlukan anggaran yang sangat besar, yakni mencapai Rp240 triliun.

"Ini anggaran yang sangat besar, yang membuat potensi-potensi kerawanannya juga tinggi. Karena itu dari tingkat perencanaan kita sudah kawal perencanaan. Termasuk juga bagaimana perencanaan itu dikawal dengan baik, sehingga eksekusinya bisa kita kontrol dengan sebaik-baik," pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya