Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

IHSG Parkir ke Zona Merah, Rupiah Menguat Rp16.413 Gegara Sentimen Ini

SELASA, 20 MEI 2025 | 18:47 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,65 persen atau merosot 46,49 poin ke 7.094.

Dalam perdagangan hari ini, 398 saham turun, 272 saham naik, sedangkan 290 lainnya stagnan. Tercatat nilai transaksi mencapai Rp15,79 triliun, dengan volume 24,48 miliar saham yang diperdagangkan.

Sementara itu, mengutip Bloomberg, nilai tukar Rupiah ditutup di level Rp16.413 per Dolar AS pada Selasa 20 Mei 2025 sore. Mata uang Garuda itu naik 20 poin atau tumbuh 0,12 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.


Sedangkan kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini menempatkan Rupiah ke posisi Rp16.406 per Dolar AS pada perdagangan sore ini.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan Rupiah ini dipengaruhi sejumlah sentimen hari ini.

Dari luar negeri, pasar masih tertuju pada negosiasi nuklir antara AS dan Iran. Kemudian, pasar juga fokus pada pengesahan aturan pemotongan pajak yang luas di AS.

Sementara di Asia, Bank Sentral China memangkas suku bunga acuan pinjaman utama seperti yang diharapkan, sehingga suku bunga semakin mendekati rekor terendah. Pemangkasan tersebut, kata Ibrahim, mengisyaratkan bahwa Beijing terbuka untuk memberikan lebih banyak stimulus moneter guna mendukung perekonomian.

Sedangkan dari dalam negeri, terdapat sentimen dari rasio utang pemerintah yang kini berada di kisaran 40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Meskipun, rasio utang masih jauh dari ambang batas 60 persen.

"Tren kenaikannya (rasio utang) tetap perlu diwaspadai, terutama dalam konteks pembiayaan dan stabilitas jangka menengah," kata Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.

Untuk itu, ia memprediksi mata uang Rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung ditutup menguat direntang  Rp16.350-16.420 per Dolar AS.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya