Berita

Ilustrasi/Net

Tekno

Huawei Luncurkan Laptop HarmonyOS Penantang Windows dan MacOS

SELASA, 20 MEI 2025 | 15:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah ketatnya pembatasan teknologi chip dari Amerika Serikat, perusahaan teknologi raksasa asal China, Huawei, akhirnya meluncurkan dua laptop baru dengan sistem operasi buatan sendiri, yaitu HarmonyOS.

Dua laptop tersebut adalah MateBook Fold dan MateBook Pro. Keduanya sama-sama menjalankan HarmonyOS 5, versi terbaru dari sistem operasi yang dikembangkan Huawei sejak 2015 dan pertama kali diperkenalkan pada smartphone seri Mate lima tahun kemudian. 

Sementara pengembangan prototipe laptop dengan HarmonyOS sendiri dimulai pada tahun 2021.


"Laptop Harmony memberikan pilihan baru bagi dunia," kata Yu Chengdong, kepala divisi konsumen Huawei, dalam acara peluncuran yang disiarkan langsung, dikutip dari Reuters.

"Kami terus melakukan hal-hal sulit, tapi kami yakin itu adalah langkah yang benar," lanjutnya.

Model dasar MateBook Fold, yang tidak memiliki keyboard fisik dan menawarkan layar ganda OLED 18 inci saat diperluas sepenuhnya, akan dijual seharga 23.999 yuan (Rp53,9 juta)

Model MateBook Pro, yang menggunakan keyboard laptop konvensional, dibanderol mulai 7.999 yuan (sekitar Rp18,2 juta.

Peluncuran ini menandai kehadiran laptop pertama dengan sistem operasi Harmony, yang akan menjadi pesaing langsung bagi sistem operasi Windows milik Microsoft dan macOS dari Apple, dua raksasa teknologi yang telah mendominasi pasar laptop global selama puluhan tahun.

Washington mulai membatasi akses Huawei ke teknologi AS pada tahun 2019 karena masalah keamanan nasional, mendorong perusahaan tersebut untuk membangun kapasitasnya sendiri untuk mengembangkan dan memproduksi chip dan sistem operasi.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya