Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Bisnis

AS Ancam Kembali Berlakukan Tarif Tinggi ke Negara yang Tak Serius Negosiasi

SENIN, 19 MEI 2025 | 13:38 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Amerika Serikat (AS) mengancam memberlakukan kembali tarif impor tinggi bagi negara-negara yang dinilai tidak menunjukkan itikad baik dalam proses negosiasi dagang.

Seperti dikutip dari The Hill pada Senin 19 Mei 2025, Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengingatkan kepada negara yang terkena tarif untuk melakukan negosiasi dengan serius.

"Kalau mereka kembali terkena tarif tinggi, itu berarti mereka tidak bernegosiasi dengan itikad baik," tegas Bessent.


"Saya berharap semuanya berunding dengan iktikad baik," sambungnya.

Sejak Trump meluncurkan kebijakan tarif bulan lalu, baru Inggris yang berhasil menjadi negara pertama yang mencapai kesepakatan dagang

Bessent mengungkapkan, saat ini AS tengah fokus menjalin pembicaraan dagang dengan sedikitnya 18 negara.

Menurutnya, penundaan sementara atas kebijakan tarif tinggi yang sebelumnya diumumkan Presiden Donald Trump pada 2 April 2025 akan segera berakhir pada awal Juli.

Trump sempat mengumumkan tarif tinggi untuk puluhan negara, namun memberlakukan jeda selama 90 hari guna memberi ruang bagi proses negosiasi.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya