Berita

Robot humanoid "Tiangong" berpartisipasi bersama pelari manusia di E-Town Half Marathon & Humanoid Robot Half Marathon di Beijing, Tiongkok, pada 19 April 2025/CNN

Tekno

Robot Humanoid Tidak akan Rebut Pekerjaan Manusia

SENIN, 19 MEI 2025 | 11:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perkembangan teknologi robotika yang semakin canggih sering menimbulkan kekhawatiran bahwa manusia akan kehilangan pekerjaan dan terjadi pengangguran massal di masa depan.

Namun, hal ini dibantah oleh Liang Liang, Wakil Direktur Kawasan Pengembangan Ekonomi-Teknologi Beijing. Menurutnya, robot humanoid buatan China tidak akan menggantikan manusia di dunia kerja.

Sebaliknya, ia percaya bahwa kehadiran robot justru akan membantu meningkatkan produktivitas, terutama untuk pekerjaan di lingkungan yang berbahaya.


“Kami tidak percaya robot akan membuat orang kehilangan pekerjaan. Robot justru akan meningkatkan efisiensi dan mengambil alih tugas-tugas yang tidak ingin atau tidak bisa dilakukan manusia - seperti menjelajahi ruang angkasa atau laut dalam yang sulit dijangkau. Mesin bisa membantu kita untuk itu,” ujar Liang, dikutip dari Reuters pada Senin, 19 Mei 2025.

“Ketika malam tiba dan manusia butuh istirahat, mesin bisa tetap bekerja. Hasilnya, produk yang dihasilkan bisa lebih baik, lebih murah, dan lebih mudah digunakan. Inilah arah pengembangan kami ke depan,” tambahnya.

Liang juga menjelaskan bahwa lomba lari setengah maraton robot pertama di dunia yang diadakan bulan lalu di Beijing dibuat untuk menunjukkan bahwa robot humanoid bertujuan membantu manusia, bukan menggantikan mereka.

Dalam lomba itu, ada dua lintasan yang dipisahkan pagar. Di satu sisi, para manusia berlari dan saling berkompetisi, sementara di sisi lain, 20 tim menjalankan robot dengan ukuran dan kemampuan yang berbeda-beda.

“Coba lihat, di maraton ini manusia punya lintasannya sendiri untuk menguji kemampuan fisik mereka, dan robot punya jalur sendiri untuk menguji kemampuan mereka. Tapi mereka tidak saling mengambil lintasan. Begitulah masa depan yang kami bayangkan,” jelas Liang.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya