Berita

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil/RMOL

Politik

Nasir Djamil Setuju TNI Kawal Ketat Kejaksaan

RABU, 14 MEI 2025 | 12:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil setuju dengan adanya surat perintah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang menginstruksikan seluruh prajurit TNI untuk ikut mengamankan Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia.

Surat perintah itu merupakan memorandum of understanding antara Jaksa Agung Muda Pidana Militer (Jampidmil)  dengan Panglima TNI. Salah satu butir MOU itu adalah penjagaan keamanan di gedung kejaksaan baik di Kejari maupun di Kejati dan sebagai Satgas penertiban kawasan hutan, maka kejaksaan membutuhkan semacam pengamanan.

“Menurut saya tidak menyalahi ketentuan yang berlaku. Karena kan kepolisian, TNI dan kejaksaan itu kan adalah negara yang saling membantu. Jadi, peraturan itu kan memang dibentuk untuk dibagi tugas,” kata Nasir Djamil di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR, Senayan, Rabu, 14 Mei 2025.


“Tapi ada momen tertentu TNI dilibatkan untuk menjaga keamanan baik ke personal ataupun yang lainnya yang dibutuhkan oleh Kejaksaan Agung,”sambung Legislator PKS tersebut.

Nasir menerangkan soal Kejaksaan Agung sebagai komandan Satgas Penertiban Kawasan Hutan, di mana ada 3,7 juta hektar yang diduga ada areal sawit masuk ke dalam kawasan hutan. 

Di samping itu ada satu kewenangan yang diberikan oleh kejaksaan soal rumah penyimpanan barang sitaan. 

Maka dari itu, butuh prajurit TNI untuk bisa mengamankan para jaksa di lapangan agar tidak ada yang dapat mengusik ketika tengah mengawal proses peradilan.

“Saya pribadi tidak mempersoalkan bahwa Kejaksaan Agung dalam hal ini, dalam gedung-gedung kejaksaan ini dijaga dan ini sifatnya kan ad hoc juga bukan permanen. Ada masanya nanti tidak lagi begini,” tutupnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya