Berita

Ketua Solidaritas Merah Putih, Silfester Matutina/Net

Hukum

Loyalis Jokowi Ingin Kasus Dugaan Ijazah Palsu Cepat Dituntaskan

SELASA, 13 MEI 2025 | 09:32 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi seharusnya bisa diselesaikan secara cepat. Sebab ijazah dan berkas aslinya sudah di tangan penyidik di Bareskrim Polri.

"Kita berharap agar proses ini secepatnya bisa berjalan supaya kebenaran itu terjadi," kata Ketua Solidaritas Merah Putih, Silfester Matutina kepada RMOL, Selasa, 13 Mei 2025.

Silfester berharap pihak terlapor dan saksi kooperatif dalam menjalani pemeriksaan terkait dugaan ijazah palsu Jokowi. Jangan sampai, proses hukum terhambat karena terlapor tidak hadiri panggilan penyidik.


"Harusnya terlapor yang sangat getol, bahkan sampai ke rumah Pak Jokowi menggeruduk terus sampai ke UGM berkoar-koar di media sosial, harusnya mereka sendiri yang memperlancar," kata Silfester.

"Jangan sampai ada alasan enggak datang merasa dikriminalisasi gitu, jangan jadi playing victim," sambungnya.

Untuk laporan di Polda Metro Jaya, penyidik sudah memeriksa tiga terperiksa atau saksi terkait laporan tudingan ijazah palsu.

Anggota Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Rahmat Himran menyebut hanya tiga terperiksa yang bisa hadir memenuhi panggilan penyidik, yakni Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Kurnia Tri Royani.

Sedangkan Wakil Ketua TPUA Rizal Fadillah tidak dapat memenuhi panggilan penyidik karena mengalami kecelakaan di Bandung.

"Hari ini memenuhi panggilan hanya tiga orang dari TPUA sendiri," kata Rahmat di Polda Metro Jaya, Kamis 8 Mei 2025.

Diketahui, adik ipar Jokowi, Wahyudi Andrianto, menyerahkan ijazah SMAN 6 Solo dan ijazah Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM) ke Bareskrim Polri pada Jumat 9 Mei 2025.

"Kami dipercaya Pak Jokowi untuk diutus membawa dokumen ijazah untuk menyerahkan di Bareskrim ini," kata Wahyudi kepada wartawan.



Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya