Berita

Aktivis '98, Firman Tendry/RMOL

Politik

Cooling Down Cara Anwar Usman Cuci Muka

SENIN, 12 MEI 2025 | 23:40 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman yang justru ingin cooling down saat diminta tanggapannya mengenai isu pemakzulan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wapres dimaknai beragam oleh sejumlah elemen masyarakat.

Dalam pandangan aktivis '98, Firman Tendry, apa yang disiratkan Anwar Usman dengan pernyataan cooling down dulu, merupakan tanda-tanda untuk melakukan "cuci muka" lantaran selama ini wajahnya tercoreng akibat putusan MK 90 tersebut.

“Menurut pendapat dan dugaan saya, itu upaya cuci muka dirinya yang selama ini dianggap merusak sistem dan lembaga MK,” kata Firman Tendry kepada RMOL, Senin,12 Mei 2025.


Ia menambahkan, jika sikap Anwar Usman ini dihubungkan dengan peristiwa politik terkini di mana purnawirawan TNI mengusulkan pemakzulan Gibran, maka ipar Jokowi itu tengah melakukan upaya agar publik tidak percaya kepada MK.

“Maka saya menduga keras bahwa Anwar Usman akan melakukan opinion engineering hingga menimbulkan distrust terhadap MK,” ucapnya.

Firman menuturkan, selama ini publik tidak mempercayai Anwar Usman meskipun berkata jujur di depan publik tentang putusan MK 90 itu.

“Namun saya percaya orang tidak lagi percaya terhadap Anwar Usman. Dalam masyarakat masih berlaku peribahasa, 'sekali lancung ke ujian seumur hidup tak percaya',” tuturnya.

“Menyangkut buka suara Anwar Usman, bergantung kepentingan dia dan keluarga besarnya,” demikian Firman Tendry.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya