Berita

Paus Leo XIV/Net

Dunia

Paus Leo XIV Serukan Perdamaian, Soroti Perang di Gaza hingga India-Pakistan

MINGGU, 11 MEI 2025 | 22:58 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dalam penampilan publik pertamanya sejak terpilih sebagai Paus, Paus Leo XIV menyampaikan seruan kuat untuk perdamaian dunia di hadapan lebih dari 100.000 umat di Lapangan Santo Petrus. 

Paus baru kelahiran Amerika Serikat itu mengimbau negara-negara besar dunia untuk menghentikan konflik bersenjata dan memulai dialog damai, seraya memperingatkan bahwa dunia kini berada di tengah skenario dramatis Perang Dunia Ketiga yang diperjuangkan sepotong-sepotong.

“Tidak ada lagi perang!” tegas Paus Leo, mengulang seruan mendiang Paus Fransiskus yang selama bertahun-tahun menyerukan perdamaian global, seperti dimuat Reuters pada Minggu, 11 Mei 2025.


Ia menyampaikan pidatonya dalam bahasa Italia yang fasih dari balkon Basilika Santo Petrus, tempat ia memimpin doa Regina Caeli.

Seruan damai Paus difokuskan pada beberapa konflik besar yang sedang berlangsung di dunia. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas penderitaan rakyat Ukraina, hanya beberapa jam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengusulkan perundingan damai dengan Ukraina.

“Saya mengimbau agar dilakukan perundingan untuk mencapai perdamaian yang autentik, adil, dan abadi,” ujarnya, menyuarakan dukungan terhadap diplomasi sebagai jalan keluar dari konflik.

Paus juga menyatakan kesedihan yang mendalam atas krisis kemanusiaan di Gaza dan menyerukan gencatan senjata segera, pemberian bantuan kemanusiaan, serta pembebasan semua sandera Israel yang masih ditahan oleh kelompok Hamas.

Ia turut menyoroti kesepakatan gencatan senjata yang rapuh antara India dan Pakistan yang dicapai semalam. 

“Saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan dunia keajaiban perdamaian,” ujarnya, sambil menyatakan harapannya bahwa kedua negara bersenjata nuklir itu akan mencapai kesepakatan damai yang langgeng.

Dalam pidatonya, Leo juga mengingatkan dunia akan peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia Kedua, yang menewaskan sekitar 60 juta jiwa. Ia menekankan bahwa sejarah seharusnya menjadi pengingat keras akan konsekuensi dari konflik global.

Meski pesan yang disampaikan bersifat khidmat, suasana di Vatikan tetap semarak. Acara hari Minggu itu juga diwarnai oleh kehadiran marching band dari berbagai negara yang memainkan lagu-lagu populer seperti Y.M.C.A., tema Rocky, hingga komposisi John Philip Sousa.

Gladys Ruiz, warga Peru yang tinggal di Roma, menyambut hangat pemilihan Leo. 

“Ini kehormatan besar bagi kami,” ujarnya, menyebut Leo sebagai “Paus Peru” karena ia memperoleh kewarganegaraan Peru pada 2015 setelah bertugas selama puluhan tahun sebagai misionaris di sana.

Sementara itu, Dennis Gilligan dari Boston, AS, yang hadir bersama istrinya untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka, menyebut momen itu sangat mengharukan. 

“Saya menyesal seumur hidup karena melewatkan kesempatan bertemu Paus Yohanes Paulus II pada 1979. Hari ini menebus semuanya,” kata dia.

Sebagai paus kelahiran Amerika pertama dan relatif baru di panggung global, Paus Leo XIV memulai masa jabatannya dengan pesan yang jelas: harapan untuk dunia yang lebih damai dan bersatu.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya