Berita

Presiden Prabowo Subianto diapit Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi menghadiri peluncuran Dana Anagata Nusantara atau Danantara di Istana Negara. Foto tangkapan layar.

Publika

Danantara Bisa Lebih Kaya Dari VOC

MINGGU, 11 MEI 2025 | 18:15 WIB | OLEH: SALAMUDDIN DAENG

KETIKA Danantara diresmikan Presiden Prabowo terbayang oleh seluruh manusia di dunia tentang perusahaan raksasa yang pernah ada dunia yang kaya raya dari sumber daya alam Indonesia. Perusahaan itu bernama Vereenigde Oostindische Compagnie disingkat VOC yang didirikan pada 20 Maret 1602. Danantara yang didirikan Presiden Prabowo dari sisi ukuran ruang lingkup usahanya akan melebihi VOC. 

Sebagaimana diketahui bahwa VOC adalah perusahaan paling kaya yang pernah muncul di dunia, belum ada yang dapat menandinginya sampai dengan saat ini. Kekayaan VOC setara dengan gabungan 20 perusahaan terkaya paling atas di dunia saat ini. Nilai kekayaannya dulu mencapai 8 triliun dollar. Itu nilai dulu 400 tahun lalu. Nilai sekarang VOC berapa? Perusahaan paling kaya seperti Apple saja cuma tervaluasi 3 triliun dolar. Sementara kalau nilai sekarang dari VOC itu kuadriliun alias ribuan triliun dollar. 

Padahal VOC itu hanya sebuah perusahaan dagang, perusahaan pengepul rempah rempah dan hasil bumi, hasil pertanian dan perkebunan dari Indonesia. Untuk ukuran kekayaan alam Indonesia yang sangat besar, apa yang diperoleh VOC baru seupil saja. Satu saja kelebihan VOC dibandingkan perusahaan perdagangan saat ini adalah VOC memiliki hak monopoli perdagangan dan berikutnya melakukan cultuurestelsel atau tanaman seragam tanam ekspor. 


Kontrol perdagangan komoditas VOC tidak sebanding dengan kontrol perdagangan perusahan komoditas di Indonesia saat ini. Indonesia menjadi top eksporter semua komoditas terkemuka di dunia mulai dari rempah rempah, hasil perkebunan yakni sawit, kopi, teh dll, juga hasil hutan seperti kayu, karet dan kertas. Bukan hanya itu perusahaan perusahaan komoditas di Indoneaia mengontrol  perdagangan gas alam, minyak dll. Lebih dari itu perusahaan komoditas di Indonesia adalah eksportir terbesar di dunia dalam komoditas tambang seperti batubara, nikel, bauksit, timah, dan seluruh jenis tambang mineral.

Itulah Danantara nanti akan menjadi alat negara dalam mengontrol investasi, perdagangan dan keuangan atas sumber daya alam Indonesia. Ini bukan sekedar perusahaan yang akan berbisnis rempah rempah seperti VOC, tapi ini adalah perusahaan yang berbisnis migas, mineral, batubara, perkebunan, kehutanan, pertanian dan perikanan. Ukuran Danantara bisa mencapai puluhan kali VOC.

Nanti jika Danantara akan mendapatkan mandat dari negara dalam menguasai sumber daya alam Indonesia dan semua perusahaan investor di  Indonesia baik nasional maupun asing dapat melakukan contract production sharing dengan Danantara, maka tidak akan ada satupun perusahaan di dunia yang dapat menandingi Danantara. Mengapa karena era sekarang dan ke depan adalah era supremasi sumber daya alam. Kekayaan alam Indonesia dikuasai oleh negara melalui Danantara. Ok Gas!

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya