Berita

Ilustrasi/Net

Global

Pesawat Antariksa Soviet Kosmos 482 Jatuh ke Samudra Hindia

MINGGU, 11 MEI 2025 | 13:26 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebuah peninggalan era Perang Dingin akhirnya kembali ke Bumi. Pesawat ruang angkasa milik Soviet, Kosmos 482, yang diluncurkan pada tahun 1972 untuk misi ke Venus, jatuh ke Samudra Hindia setelah terjebak di orbit Bumi selama lebih dari lima dekade.

Badan antariksa Rusia, Roscosmos, dalam pernyataan resminya di Telegram pada Minggu, 11 Mei 2025 mengungkapkan bahwa pesawat itu jatuh pada pukul 09.24 waktu Moskow, sekitar 560 kilometer sebelah barat Pulau Andaman Tengah, atau di sebelah barat Jakarta. 

“Penurunan wahana antariksa itu dipantau oleh sistem peringatan otomatis untuk situasi berbahaya di ruang angkasa dekat Bumi,” tulis Roscosmos, seperti dimuat The Age.


Kosmos 482 merupakan bagian dari program Venera Uni Soviet yang bertujuan mempelajari Venus. Namun, karena kegagalan fungsi pada blok pendorongnya, wahana ini tidak pernah mencapai tujuan dan terjebak di orbit elips tinggi di sekitar Bumi.

Para ilmuwan dari berbagai negara selama bertahun-tahun memantau wahana ini dengan cermat karena struktur pelindungnya yang dirancang untuk bertahan dalam kondisi ekstrem di Venus. 

Suhu mencapai 477 derajat Celsius dan tekanan lebih dari 90 kali atmosfer Bumi membuatnya berpotensi bertahan saat kembali memasuki atmosfer.

Menurut Dr. Marcin Pilinski dari University of Colorado Boulder, memprediksi jatuhnya wahana seperti Kosmos 482 lebih rumit dibandingkan memantau asteroid. 

"Objek-objek itu akan masuk pada sudut yang sangat curam. Mereka tidak akan melewati sebagian atmosfer selama berhari-hari atau berminggu-minggu seperti pesawat antariksa ini," jelasnya. 

Ia menambahkan bahwa kemungkinan besar kapsul tersebut akan jatuh di lautan atau wilayah berpenduduk sangat rendah.

Meski kejadian semacam ini bukan hal baru dalam dunia antariksa, Kosmos 482 menjadi perhatian khusus karena bobot dan desainnya yang lebih tahan terhadap proses masuk kembali ke atmosfer. 

Kantor puing antariksa European Space Agency (ESA) sebelumnya memperkirakan wahana itu akan jatuh di wilayah antara 52 derajat lintang utara dan selatan.

Kejatuhan Kosmos 482 ini sekaligus menyoroti persoalan puing antariksa yang masih menjadi tantangan besar bagi eksplorasi luar angkasa dan keselamatan di Bumi. 

Meskipun tidak menimbulkan kerusakan atau korban, insiden ini menjadi pengingat nyata tentang bahaya yang mengorbit di atas kita selama puluhan tahun.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya