Berita

Kolase logo BIN dan BAIS TNI/RMOL

Politik

Penggabungan BAIS dan BIN Solusi Tak Bikin Boncos APBN

MINGGU, 11 MEI 2025 | 00:11 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Apabila Badan Intelijen Strategis (BAIS) dan Badan Intelijen Negara (BIN) benar-benar digabung, dimungkinkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak tekor.

Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah memperkirakan hal itu saat dihubungi Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL pada Sabtu, 10 Mei 2025.

"Kan gara-gara itu APBN kita jadi kedodoran gitu loh," ujar dia.


Trubus menjelaskan, saat ini kondisi ekonomi Indonesia secara umum beluk bangkit lebih tinggi, sehingga kebijakan penggabungan merupakan salah satu solusi baik.

"Ini kan ekonomi kondisinya countercyclical, menurun. Tapi kalau procyclical ekonomi naik, ya tidak masalah," terangnya.

"Tapi kalau ekonomi lagi turun kan repot pemborosan, dihadapkan oleh utang, pembangunan PSN yang besar," sambung dia.

Lebih lanjut, Trubus mendorong kepada pemerintah agar memastikan uang rakyat dipergunakan dengan efektif, termasuk menentukan lembaga pemerintah yang layak digabung karena fungsinya sama.

"Jadi maksud saya, kita menekankan bahwa pemerintah dalam menggunakan dana publik itu harus ada pertanggungjawaban publiknya, jangan kemudian seolah-olah itu kewenangan pemerintah," ucapnya.

"Memang benar itu kewenangan pemerintah, tapi kan kewenangan realisasi, tapi itu dana publik. Jadi publik juga diberi laporan lah," demikian Trubus menambahkan.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya