Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Bisnis

Jelang Pertemuan, Trump Isyaratkan Tarif 80 Persen untuk China

SABTU, 10 MEI 2025 | 14:39 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Jelang pertemuan penting antara pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) dan China di Swiss akhir pekan ini, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan penerapan tarif 80 persen terhadap China. 

“Tarif 80 persen terhadap China tampaknya tepat! Terserah (Menteri Keuangan AS, Scott Bessent) Scott B,” tulis Trump dalam platform media sosial miliknya, Truth Social.

Kendati demikian, pernyataan Trump ini makin membingungkan lantaran belum ada kejelasan apakah ia berniat menurunkan tarif dari level saat ini yang sudah mencapai 145 persen, atau justru menetapkan angka 80 persen sebagai kebijakan baru jangka panjang. Bahkan tidak jelas pula apakah Bessent diberi mandat untuk membuka ruang negosiasi tarif dengan Beijing.


Sebagai catatan, sejak kembali menjabat awal tahun ini, Trump telah menaikkan bea masuk atas berbagai barang China secara drastis, mencapai hingga 145 persen. 

China pun merespons dengan memperketat ekspor beberapa bahan penting dan menaikkan tarif hingga 125 persen atas barang-barang dari AS, termasuk kacang kedelai dan gas alam cair.

Kini, seluruh perhatian tertuju pada pertemuan yang akan berlangsung di Swiss. Menkeu Bessent dan Kepala Negosiator Perdagangan Jamieson Greer dijadwalkan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng, dalam upaya meredakan ketegangan dagang kedua negara.

Menurut laporan Bloomberg, pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan pemangkasan tarif secara signifikan dalam perundingan tersebut. 

Sumber dalam pemerintahan mengungkapkan bahwa AS mungkin akan mengusulkan pengurangan tarif hingga di bawah 60 persen, sebagai bentuk itikad baik yang bisa direspons oleh Beijing dengan langkah serupa.

Namun, sejumlah analis meyakini pembicaraan kali ini lebih cenderung menjadi ajang penyampaian tuntutan daripada pencarian solusi konkret. 

“Ketidakpastian masih membayangi, dan belum ada jaminan bahwa kebijakan tarif akan berubah dalam waktu dekat,” kata para analis.

Dalam unggahan terpisah, Trump juga kembali menekan China agar membuka pasarnya untuk produk-produk AS. 

"CHINA HARUS MEMBUKA PASARNYA BAGI AS. AKAN SANGAT BAIK BAGI MEREKA!!! PASAR TERTUTUP TAK BERFUNGSI LAGI!!" tulisnya dengan gaya khas penuh huruf kapital.

Saat mengumumkan poin-poin awal kesepakatan dagang dengan Inggris pada Kamis sebelumnya, Trump sempat menyatakan optimisme terhadap jalannya pembicaraan dengan China. 

"Tidak ada yang lebih tinggi lagi, sekarang sudah 145 persen. Jadi kita tahu itu akan turun. Saya pikir kita akan memiliki akhir pekan yang baik dengan China," katanya kepada wartawan.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya