Berita

Alat Navigasi dari GMV khusus untuk digunakan di bulan bernama LUPIN/Facebook GMV

Tekno

Spanyol Ciptakan GPS Khusus untuk Bulan

SABTU, 10 MEI 2025 | 14:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan teknologi asal Spanyol, GMV, menciptakan sistem navigasi seperti GPS yang dirancang khusus untuk digunakan di bulan yang mirip seperti Google Maps atau Waze, dan diberi nama LUPIN.

LUPIN adalah bagian dari proyek Badan Antariksa Eropa (ESA) untuk menguji teknologi baru dalam hal penentuan posisi, navigasi, dan pelacakan waktu. Proyek ini muncul karena meningkatnya minat dalam eksplorasi permukaan bulan, baik untuk riset ilmiah, potensi tambang, maupun kemungkinan pariwisata ruang angkasa di masa depan.

"Melalui perangkat lunak ini, Eropa makin dekat dengan tujuan membangun kehadiran manusia di bulan. Bahkan bisa menjadi langkah awal menuju eksplorasi dan keberadaan manusia di Mars," kata Steven Kay, direktur proyek, dikutip dari Reuters, Sabtu, 10 Mei 2025.


Teknologi ini diuji di Pulau Fuerteventura, Kepulauan Canary, Spanyol - salah satu tempat di Bumi yang memiliki medan mirip dengan permukaan bulan. Di sana, GMV mencoba prototipe sistem LUPIN di lapangan.

LUPIN akan menggunakan sinyal satelit yang mengorbit bulan untuk membantu para penjelajah dan astronot mengetahui posisi mereka secara real-time, langsung di permukaan bulan.

Saat ini, navigasi di bulan masih sulit. Pesawat atau alat yang berada di sana harus menghitung posisi secara rumit dan bergantung pada data dari Bumi, yang sering terlambat dan kurang akurat.

"Komunikasi dengan Bumi sangat terbatas, tergantung pada apakah ada jalur langsung atau bantuan satelit relai. Ini menciptakan zona gelap komunikasi dan waktu tunda yang menghambat pengambilan keputusan cepat," jelas GMV.

Selain itu, tidak adanya informasi waktu nyata tentang perubahan permukaan bulan, seperti akibat tabrakan benda luar angkasa atau debu bulan yang bergerak, membuat perjalanan di bulan menjadi berisiko.

GMV ingin menggabungkan peta bulan yang sudah ada dengan data baru dari satelit, terutama untuk wilayah gelap seperti kutub selatan dan sisi jauh bulan, yang selama ini sulit dijangkau.

"Kami ingin para penjelajah bisa memetakan permukaan bulan dengan cepat dan aman," ujar Mariella Graziano, kepala strategi GMV.

Tujuannya agar para astronot bisa kembali ke bulan dalam beberapa tahun ke depan, bekerja di sana, dan bahkan membangun pangkalan permanen," lanjutnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya