Berita

Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin bersama Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja dan Sekjen KIPP Kaka Suminta, dalam diskusi Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPPD) bertajuk "Kupas Tuntas Rencana RUU Pemilu dan Pilkada", di Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis petang, 8 Mei 2025/RMOL

Politik

Pengubahan Desain Lembaga Penyelenggara Pemilu Harus Berkaca ke Belakang

JUMAT, 09 MEI 2025 | 15:17 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pengubahan desain lembaga penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) di tengah rencana revisi UU Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), dianggap patut memperhatikan pengalaman-pengalaman sebelumnya sebagai bahan pertimbangan.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Mochammad Afifuddin, dalam diskusi Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPPD) bertajuk "Kupas Tuntas Rencana RUU Pemilu dan Pilkada", di Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis petang, 8 Mei 2025.

Afif menjelaskan, pelaksanaan pemilu sejak pasca Reformasi hingga sekarang dapat menjadi bahan pertimbangan pembentuk undang-undang memperbaiki UU Pemilu dan Pilkada.


"Pertama bagaimana desain pelaksana, independen (atau) tidak independen? Dan semua ini pernah dicoba, perwakilan partai pernah di awal pemilu pasca orde baru 99 punya komisioner yang juga utusan pemerintah," ujar Afif dikutip dari siaran ulang kanal Youtube Bawaslu RI, Jumat, 9 Mei 2025.

Seiring berjalannya waktu, Afif juga mengingat pengalaman perbaikan kelembagaan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menjadi independen setelah sebelumnya bersifat ad hoc atau sementara dan berada di bawah naungan KPU.

"Kita juga pengalaman seperti ini. Sebelum ada permanennya Bawaslu kabupaten/kota juga pernah," sambungnya menegaskan.

Adapun di pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2019 dan juga 2024 kemarin, perkembangan lembaga penyelenggara pemilu seperti yang dilihat masyarakat saat ini, yakni KPU dan Bawaslu dari tingkat pusat hingga provinsi dan juga kabupaten/kota bersifat tetap, serta terdapat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Dalam periode pelaksanaan pemilu dan pilkada tersebut, mantan Anggota Bawaslu RI itu mendapati adanya rencana perubahan kelembagaan pemilu, yang akan dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Karena waktu Pemilu 2019 itu sudah ada usulan-usulan mengenai berapa sih jumlah komisioner KPU untuk tingkat pusat, berapa jumlah anggota bawaslu di tingkat pusat, sebelum kita bicara soal provinsi kabupaten/kota saat itu. Ini kan hasil refleksi dan seterusnya," tuturnya.

Namun menurut Afif, apabila sistem kelembagaan penyelenggara pemilu akan diubah melalui revisi UU Pemilu dan Pilkada yang akan digulirkan DPR sebelum pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2029, sebaiknya dipertimbangkan dengan melihat pengalaman-pengalaman yang sudah berjalan terdahulu.

"Jadi desain ini mau kita putar lagi seperti sekarang, bagus atau tidak? catatannya adalah kita berangkat dari apa yang sebenarnya sudah pernah kita lakukan," ucapnya menyarankan.

"Jangan sampai kita tidak membaca apa-apa yang sudah menjadi pengalaman kita, soal desain penyelenggaraan KPU, Bawaslu, DKPP, jumlahnya berapa?" demikian Afif menambahkan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya