Berita

Warga melihat kondisi Bus ALS (Antar Lintas Sumatera) yang hancur akibat kecelakaan di Padang Panjang, Sumatera Barat, Selasa, 6 Mei 2025 (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Nusantara

Korlantas Kirim Tim TAA Dalami Penyebab Kecelakaan Maut Bus ALS di Padang Panjang

SELASA, 06 MEI 2025 | 22:43 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bakal mengirim tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengusut penyebab kecelakaan maut Bus di Padang Panjang, Sumatera Barat.

Tim TAA akan diberangkatkan ke lokasi kecelakaan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Rabu, 7 Mei 2025.

"Korlantas pasti akan backup untuk TAA kemudian Jasa Raharja untuk asuransi. Rencananya hari ini, cuma tidak ada pesawat untuk berangkat, tidak sempat. Jadi besok pagi baru berangkat," jelas Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen Faizal di Jakarta, Selasa, 6 Mei 2025.


Tak hanya itu, Faizal mengaku dirinya juga telah mengarahkan jajaran Ditlantas Polda Sumatera Barat untuk segera mengevakuasi korban beserta kendaraan, serta mengamankan lokasi kejadian.

"Kami sudah memberikan arahan untuk teman-teman di Padang agar segera dilakukan evakuasi, bawa korban ke rumah sakit, mengevakuasi kendaraan serta memberitahu keluarga korban," kata Faizal. 

Seperti diketahui, Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) mengalami kecelakaan tunggal, terguling di Jalan Dr. Hamka Bukit Surungan, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, Selasa pagi, 6 Mei 2025, sekitar pukul 08.15 WIB.

Sejauh ini bus dengan nomor polisi B 7512 FGA yang dikendarai oleh M. Syehu Hasibuan diduga mengalami rem blong, sehingga terguling dan menabrak pagar rumah warga.

Kecelakaan menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan 23 orang lainnya mengalami luka. Semua korban telah dievakuasi dan korban luka-luka mendapatkan penanganan medis tersebar di RSUD Padang Panjang, RSI Ibnu Sina Kota Padang Panjang, serta puskesmas setempat.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya