Berita

Presiden Senat Kerajaan Kamboja, Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Sen/Net

Dunia

Siang Ini Prabowo Terima Kunjungan Presiden Senat Kamboja di Istana

SENIN, 05 MEI 2025 | 09:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Senat Kerajaan Kamboja, Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Sen dilaporkan akan mengunjungi Istana Merdeka, Jakarta pada Senin, 5 Mei 2025. 

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana mengungkap bahwa Presiden RI Prabowo Subianto akan menyambut langsung kedatangan Hun Sen di Istana sekitar pukul 11.00 WIB.

"Presiden RI Bapak Prabowo Subianto diagendakan menerima kunjungan kehormatan Presiden Senat Kerajaan Kamboja, Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Sen, di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin, 5 Mei 2025 sekitar pukul 11.00 WIB," kata Yusuf dalam pernyataan resmi.


Pertemuan ini akan dihadiri oleh delegasi dari kedua negara dan menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Kamboja. 

"Presiden Prabowo dan Presiden Senat Hun Sen akan melakukan pertemuan dengan delegasi kedua negara," ungkap Yusuf.

Menurut Yusuf, kunjungan ini mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk terus memperkuat hubungan yang sudah terjalin lama.

"Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat dan meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan Kamboja, serta memperkuat kerja sama di berbagai bidang strategis," tandasnya. 

Hun Sen adalah salah satu tokoh politik paling berpengaruh di Kamboja. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Kamboja dari 1985 hingga Agustus 2023, menjadikannya salah satu pemimpin terlama di dunia. 

Setelah mundur sebagai perdana menteri, Hun Sen menyerahkan jabatan itu kepada putranya, Hun Manet, namun ia sendiri tetap memegang posisi penting sebagai Presiden Senat Kerajaan Kamboja, yang secara resmi ia mulai pada akhir 2023.

Sebagai Presiden Senat, Hun Sen tetap memiliki pengaruh besar dalam politik Kamboja, terutama dalam mengarahkan kebijakan legislatif dan menjaga stabilitas politik. 

Hun Sen juga dikenal sebagai tokoh penting di kawasan Asia Tenggara, khususnya dalam peran Kamboja di ASEAN.

Selain kiprah politiknya, Hun Sen sering dikritik oleh komunitas internasional karena rekam jejaknya terkait kebebasan pers, hak asasi manusia, dan pengendalian oposisi politik selama masa kepemimpinannya. 

Namun di sisi lain, ia juga dipuji oleh pendukungnya karena berhasil membawa Kamboja keluar dari masa-masa perang saudara menuju periode pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya