Berita

Wakil ketua Komisi I DPR, Ahmad Heryawan/RMOLJabar,

Politik

Fraksi PKS

Indonesia Emas Harus Dimulai dari Konektivitas

SENIN, 05 MEI 2025 | 05:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wakil ketua Komisi I DPR, Ahmad Heryawan, menegaskan pentingnya pemerataan akses komunikasi dan informasi di seluruh pelosok Indonesia.

Dalam Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI ke Padang, Sumatera Barat, ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya penetrasi internet di provinsi tersebut. Hal itu karena menuju Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari konektivitas merata.

“Kita tentu ingin akses komunikasi bagi masyarakat di negeri kita itu menyeluruh. Tidak ada satu pelosok negeri ini, tidak ada satu desa pun, kecuali mereka punya akses yang sama terhadap kemudahan informasi dan komunikasi,” ujar Heryawan dikutip dari Parlementaria, Senin, 5 Mei 2025.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, penetrasi internet di Sumatera Barat tercatat baru mencapai 67,8 persen, masih tertinggal dari rata-rata nasional yang mencapai 73,7 persen. Kesenjangan digital ini, menurut Heryawan, berdampak pada banyak aspek, mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, hingga peluang ekonomi.

Komisi I DPR RI melakukan evaluasi langsung terhadap infrastruktur komunikasi di Sumbar, termasuk pembangunan Base Transceiver Station (BTS) dan jangkauan satelit SATRIA.

“Kita evaluasi keseluruhannya, BTS terbangun seperti apa, jangkauan satelit SATRIA seperti apa, dan apakah semua masyarakat sudah merasakan manfaatnya. Hasilnya, masih banyak BTS yang belum terbangun karena beragam kendala,” jelas politisi Fraksi PKS ini.

Anggota Legislatif dari Dapil Jawa Barat II ini menyatakan bahwa hasil evaluasi ini akan dibawa ke Jakarta dan menjadi bahan pembahasan bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mencari solusi percepatan pembangunan infrastruktur digital.

“Kita akan dorong agar BTS yang terhambat pembangunannya dihidupkan kembali, karena ini sangat penting dalam menyambut masa depan Indonesia. Menuju Indonesia Emas 2045 akan sulit tercapai jika masih ada masyarakat yang belum bisa mengakses internet,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, satelit nasional, dan pihak swasta dalam menyediakan akses teknologi yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Negeri kita harus menjadi negeri yang mudah mengakses teknologi komunikasi dan informasi. Komunikasi antar-masyarakat, antara masyarakat dengan negara, harus semudah-mudahnya,” pungkasnya.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya