Berita

Menteri BUMN Erick Thohir/Repro

Politik

Pemerintah Siapkan Terminal 1F untuk Maskapai Murah, Rampung 2026

MINGGU, 04 MEI 2025 | 17:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membangun Terminal 1F khusus untuk penerbangan berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) di Bandara Soekarno-Hatta. 

Menurut laporan Menteri BUMN Erick Thohir, proyek tersebut ditargetkan rampung dan diresmikan pada kuartal pertama tahun 2026.

“Terminal 1 akan kita upgrade lagi untuk low cost (LCC)Bapak Presiden, sejalan dengan yang tadi dipaparkan. Dan antara kita akan dorong peningkatan kapasitas mencapai 94 juta ke depan,” ungkap  Erick dalam pidatonya di peresmian terminal khusus haji dan umrah di Terminal 2F, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, pada Minggu siang, 4 Mei 2025. 


“Jadi nanti yang low cost 1F itu, Insya Allah, kita akan resmikan di kuartal 1 2026,” ujarnya lagi.

Lonjakan jumlah penumpang pesawat dalam beberapa tahun terakhir, terutama untuk segmen maskapai berbiaya rendah, memaksa pemerintah dan pengelola bandara untuk mencari solusi jangka panjang. 

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, lebih dari 50 persen penerbangan domestik saat ini dilayani oleh maskapai LCC seperti Lion Air, Citilink, dan AirAsia.

Namun, fasilitas yang ada dinilai belum memadai untuk mengakomodasi kebutuhan maskapai murah yang menuntut efisiensi operasional dan biaya lebih rendah. 

Terminal 1 yang merupakan terminal tertua di Bandara Soekarno-Hatta sudah mengalami beberapa tahap renovasi, tetapi kapasitas dan desainnya masih perlu ditingkatkan agar sesuai dengan kebutuhan operasional LCC.

Selain itu, pemerintah menargetkan Bandara Soekarno-Hatta dapat melayani hingga 94 juta penumpang per tahun dalam beberapa tahun ke depan. 

Tanpa penambahan terminal khusus, potensi bottleneck atau kemacetan operasional di bandara semakin besar, yang bisa berdampak pada kepuasan penumpang maupun performa maskapai.

Dengan pembangunan Terminal 1F, pemerintah berharap bisa memisahkan alur penumpang dan operasional antara maskapai penuh (full service) dan LCC, sehingga proses check-in, boarding, dan bagasi dapat berlangsung lebih efisien.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya