Berita

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo/Ist

Politik

Pernyataan Purnawirawan TNI Mengonfirmasi Serangan ke Jokowi Makin Agresif

MINGGU, 04 MEI 2025 | 16:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Tuntutan Forum Purnawirawan TNI yang belum lama ini disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto diduga mengandung misi khusus untuk menyerang Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno melihat, kritik terhadap Jokowi terlihat jelas di sejumlah poin dari total delapan tuntutan Forum Purnawirawan TNI.

"Coba kita cek poin kedua, (isinya) mendukung secara penuh program strategis Prabowo, kecuali IKN. Coba bayangkan, mendukung penuh tapi ada kecualinya," kata Adi Prayitno dikutip Minggu, 4 Mei 2025.


IKN adalah proyek ambisius Jokowi untuk memindahkan ibukota Jakarta ke Kalimantan Timur yang tak kunjung rampung.

Poin lain yang mengindikasikan serangan terhadap Jokowi adalah desakan purnawirawan agar ada reshuffle menteri-menteri yang terasosiasi dengan Jokowi.

Bahkan poin kedelapan terang-terangan meminta posisi wakil presiden diganti. Wapres saat ini adalah Gibran Rakabuming Raka yang tak lain putra sulung Jokowi. 

"Tiga poin ini saya rasa bagian dari publik mengonfirmasi bahwa serangan semakin agresif kepada Jokowi dan keluarga besarnya," ungkapnya.

Tuntutan purnawirawan ini dinilai tidak bisa dipandang sebelah mata. Mengingat, mereka yang tergabung dalam forum tersebut adalah tokoh berpengaruh, mulai dari mantan Wapres Try Sutrisno hingga Jenderal (Purn) Fachrul Razi.

“Yang jadi ramai yang ngomong purnawirawan punya rekam jejak, punya pengalaman, hidup dan mati untuk bangsa dan negara," kata Adi.

Adi lantas menyoroti respons cepat Istana dan berbagai lembaga negara atas pernyataan purnawirawan tersebut sebagai pertanda bahwa isu ini sangat sensitif.

"Jarang-jarang Istana merespons, walaupun melalui perwakilan. Bahkan MPR dan ketum partai ngomong soal ini, berarti ini barang sensitif," tegasnya.

Menurutnya, sorotan purnawirawan TNI ini tidak bisa dilepaskan dari manuver-manuver politik Jokowi menjelang akhir masa jabatannya. Beberapa kalangan disebut belum sepenuhnya menerima arah politik Jokowi, sehingga gelombang kritik pun tak terbendung.

“Maka wajarlah kritik kanan kiri bermunculan di mana-mana," pungkas analis politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya