Berita

Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono/RMOLJabar

Politik

PDIP Curiga Dedi Mulyadi cuma Gimik soal Kebijakan Vasektomi

MINGGU, 04 MEI 2025 | 12:58 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Rencana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akan mewajibkan penerima bantuan sosial (bansos) untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB), khususnya metode vasektomi bagi pria, memunculkan polemik.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono mengatakan, kebijakan tersebut tidak hanya bermasalah secara etis dan hukum, tetapi juga melampaui batas kewenangan kepala daerah.

Ono menjelaskan, urusan bansos adalah kewenangan pemerintah pusat di bawah Kementerian Sosial. Oleh karena itu, kepala daerah tidak bisa sembarangan menetapkan syarat penerimaan bantuan.


“Selama ini bansos itu kewenangan pemerintah di bawah Kementerian Sosial. Kecuali, bansos itu dikeluarkan oleh Pemprov Jabar,” kata Ono dalam keterangannya, Minggu 4 Mei 2025.

Ono juga menyoroti aspek religius dari kebijakan tersebut. Ia menegaskan vasektomi masih dianggap haram Majelis Ulama Indonesia (MUI), sehingga tidak dapat dipaksakan sebagai prasyarat program bantuan pemerintah.

“Gubernur tidak bisa memaksakan regulasi apapun jika bertentangan dengan Undang-Undang. Karena pada saat peserta KB dipaksakan, maka akan melanggar hak asasi manusia, pelakunya akan dijerat pasal-pasal yang khusus yang berkaitan dengan hak asasi manusia,” kata Ono.

Ia menduga wacana vasektomi sengaja dilontarkan untuk menciptakan sensasi dan memperoleh sorotan di media sosial, bukan sebagai kebijakan yang sungguh-sungguh ingin diterapkan.

Ono meragukan keberanian Dedi Mulyadi merealisasikan wacana tersebut, jika merujuk terhadap berbagai gagasan kontroversial sebelumnya yang tidak berjalan tuntas.

“Saya lihat ini hanya gimik saja agar viral di media sosial,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat tersebut.

Ia mencontohkan aturan siswa nakal masuk barak militer hanya diterapkan terbatas di Kabupaten Purwakarta, serta pembongkaran bangunan ilegal di kawasan Puncak Bogor yang tidak sepenuhnya dijalankan.

“Nah, bangunan bermasalah kan bukan hanya ada di Puncak, ada di Lembang, Garut, Kabupaten Bandung, Subang, tapi tidak ada tindak lanjutnya. Jadi menurut saya yang dikejar hanya viralnya saja,” kata Ono.

Ono menyatakan, polemik vasektomi tidak perlu diperpanjang karena hanya sebatas manuver media. Bahkan jika hendak diterapkan Pemprov Jabar, ia menilai akan berbenturan dengan regulasi yang lebih tinggi.

“Kalaupun kebijakan ini benar-benar direalisasikan, konteksnya pun hanya untuk bansos dari Pemprov Jabar, bukan dari pusat. Tapi tetap saja akan bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi dibandingkan misalnya dengan Pergub. Saya yakin Dedi Mulyadi tak akan berani merealisasikan kebijakan ini,” tegasnya.

Jika pemerintah daerah serius menangani kemiskinan, Ono menegaskan, fokus utamanya seharusnya diarahkan pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan akses pendidikan.

“Banyak hal bisa dilakukan, bukan malah membatasi penerima bansos. Karena masih banyak masyarakat yang berkeyakinan bahwa anak itu adalah anugerah Allah SWT. Jadi bila bansos dikaitkan dengan KB malah tidak merata dan menambah kemiskinan,” pungkas Ono dikutip dari RMOLJabar.

Pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait rencana kewajiban vasektomi ini disampaikan dalam Rakor bidang Kesejahteraan Rakyat bertajuk "Gawe Rancage Pak Kades Jeung Pak Lurah" di Gedung Pusdai, Senin 28 April lalu.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya