Berita

Emas/Net

Bisnis

Jelang Negosiasi AS-China, Harga Emas Anjlok

SABTU, 03 MEI 2025 | 08:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas bergerak turun menuju penurunan mingguan kedua berturut-turut. 

Dikutip dari Reuters, harga emas spot turun 0,4 persen menjadi 3.228,50 Dolar AS per ons pada penutupan perdagangan Jumat 2 Mei 2025 atau Sabtu pagi WIB. 

Harga turun 2,6 persen untuk mingguan, setelah mencapai rekor 3.500,05 Dolar AS pada perdagangan pekan lalu, 


Sementara harga emas berjangka AS ditutup 0,6 persen lebih tinggi pada 3.243,30 Dolar AS.

Kementerian perdagangan China mengatakan AS telah berulang kali menyatakan kesediaannya untuk bernegosiasi mengenai tarif dan bahwa pintu Beijing terbuka untuk pembicaraan. 

"Emas tampak seperti $3.500 mungkin menjadi harga tertinggi untuk sementara waktu, terutama jika beberapa kesepakatan perdagangan mulai terwujud dan beberapa risiko mulai muncul dari euforia negatif yang telah kita lihat sejak pembicaraan tarif," kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Data menunjukkan bahwa lapangan kerja nonpertanian meningkat sebanyak 177.000 pekerjaan bulan lalu. Survei Reuters memperkirakan peningkatan sebanyak 130.000 pekerjaan.

Namun, laporan tersebut bersifat retrospektif dan masih terlalu dini bagi pasar tenaga kerja untuk menunjukkan dampak kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang kadang-kadang berlaku.

Para pedagang memangkas taruhan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga paling cepat pada bulan Juni setelah laporan pekerjaan.

Hasil obligasi Treasury 10 tahun acuan meningkat. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membuat emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil kurang menarik bagi investor. "Dengan melemahnya permintaan safe haven, harga bisa turun lebih jauh dan berpotensi menembus support minggu ini di dekat area $3.200," kata Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com

Harga logam lainnya bervariasi. Perak spot turun 1,3 persen menjadi 31,98 Dolar AS per ons. Platinum menguat 0,1 persen menjadi 959,20 Dolar AS. Paladium menguat 0,6 persen menjadi 946,18 Dolar AS. 

Ketiga logam tersebut berada di jalur penurunan mingguan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:11

Polisi Harus Usut Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur'an

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:06

Wisata Probolinggo Jadi Alternatif Usai Bromo Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:48

Peluang Besar Jakarta Gaet Investor Lewat JAFEX 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Layanan Publik Pemda Harus Tetap Berjalan Meski Keadaan Sulit

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:31

Jangan-jangan Gibran Punya Ijazah Sarjana Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:27

Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:10

Abdoel Moeis: Sastrawan, Wartawan, Pahlawan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:34

Dokter Tifa Ajak Rakyat Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:06

Selengkapnya