Berita

Dok Foto/Parlementaria

Politik

Komisi I DPR:

Program BAKTI Miliki Peran Sentral Bangun Kemandirian Digital Daerah

SABTU, 03 MEI 2025 | 04:39 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Komisi I DPR melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Barat guna meninjau langsung pelaksanaan program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). 

Fokus utama kunjungan ini adalah memastikan efektivitas program BAKTI dalam memperluas akses telekomunikasi, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
 
Sumatera Barat yang terdiri dari 19 kabupaten/kota, dengan topografi pegunungan, dataran tinggi, hingga wilayah kepulauan seperti Mentawai, menghadapi tantangan serius dalam pembangunan infrastruktur digital. Kesenjangan akses telekomunikasi antarwilayah menjadi perhatian penting. 


Terlebih di tengah transformasi digital nasional yang menuntut konektivitas merata.
 
Program BAKTI menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menjawab tantangan tersebut. 

Komisi I DPR menilai pembangunan Base Transceiver Station (BTS), perluasan jaringan internet broadband, serta pemanfaatan dana Universal Service Obligation (USO) harus benar-benar menjangkau masyarakat di wilayah yang belum terlayani operator komersial.
 
“Program BAKTI memiliki peran sentral dalam membangun kemandirian digital daerah. Kami ingin memastikan bahwa implementasinya di Sumatera Barat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di wilayah terpencil,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR Anton Sukartono saat memimpin rapat dengan BAKTI  beserta jajaran di Padang, Jumat, 2 Mei 2025.
 
Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi I terhadap pembangunan infrastruktur digital, khususnya untuk pemerataan akses telekomunikasi dan penguatan ketangguhan daerah di Sumatera Barat.
 
Selain pembangunan infrastruktur, Komisi I juga menyoroti pentingnya pengembangan ekosistem digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal di bidang teknologi informasi, serta penguatan kolaborasi antara BAKTI, pemerintah daerah, dan operator telekomunikasi.
 
Dalam diskusi, turut dibahas tantangan teknis di lapangan, kebutuhan peningkatan kapasitas jaringan, serta dukungan terhadap digitalisasi layanan publik.
 
Anggota Komisi I dari Dapil Jawa Barat V menegaskan bahwa hasil dari kunjungan ini akan menjadi bahan evaluasi dan masukan dalam menyusun rekomendasi kebijakan dan penganggaran sektor komunikasi dan informatika.
 
“Pemerataan akses telekomunikasi bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal keadilan sosial dan kesiapan daerah dalam menghadapi masa depan digital,” ujar anggota Fraksi Partai Demokrat tersebut.
 
Dengan pengawasan dan dukungan yang tepat, program BAKTI diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi digital, peningkatan literasi teknologi, serta ketahanan daerah terhadap tantangan global.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya