Berita

Presiden Prabowo Subianto/Repro

Politik

Prabowo Naikkan Gaji Hakim Supaya Tak Bisa Disogok

JUMAT, 02 MEI 2025 | 16:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan para hakim di Indonesia agar tidak bisa disogok. 

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut rencana kenaikan gaji hakim sebagai salah satu upaya memperkuat penegakan hukum yang bersih dan adil.

"Saya sedang merencanakan bagaimana menaikkan gaji para hakim kita agar hakim kita nanti tidak bisa disogok, tidak bisa dibeli, agar hukum bisa ditegakkan dgn baik,” kata Prabowo di peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2025 yang digelar di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor pada Jumat, 2 Mei 2025.


Prabowo meminta agar seluruh aparatur negara mengutamakan kepentingan rakyat dan menghindari segala bentuk penyalahgunaan anggaran.

“Terus-menerus saya himbau jajaran pemerintah, para pejabat, para birokrat, saya imbau terus: berbuatlah yang terbaik untuk rakyat,” kata Prabowo dalam pidatonya. 

Ia menekankan bahwa jabatan pejabat publik bukan sekadar posisi, tetapi amanah yang didanai oleh negara demi kesejahteraan masyarakat.

“Para pejabat, para birokrat diangkat, dibiayai oleh negara, digaji oleh negara. Hendaknya anggaran untuk rakyat, untuk pelayanan rakyat, hendaknya jangan diselewengkan, jangan dikorupsi dengan segala akal,” tegas Prabowo.

Presiden RI itu mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara kaya yang tidak boleh dibiarkan tertinggal. 

“Kita tidak boleh ketinggalan, kita negara yg kaya, tidak pantas kekayaan kita tidak jaga. Kita jadi bangsa bodoh kalau tidak bisa menjaga kekayaan kita dgn keberanian kita utk menguasai kekayaan kita sendiri utk memberi seluruh rakyat Indonesia. Ini perjuangan saya dan pemerintah saya,” tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya