Berita

Iustrasi/Net

Bisnis

Tensi Perang Dagang Mereda, Rupiah Tekan Dolar ke Rp16.425

JUMAT, 02 MEI 2025 | 13:39 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar (kurs) Rupiah mulai menguat terhadap Dolar Amerika Serikat (AS), seiring dengan meredanya tensi perdagangan global dan melemahnya data ekonomi Negeri Paman Sam.

Berdasarkan data Refinitiv, Jumat 2 Mei 2025 pukul 10.41 WIB, Rupiah terapresiasi 1,02 persen ke level Rp16.425 per Dolar AS. Ini merupakan posisi terkuat mata uang Garuda sejak 18 Maret 2025, atau dalam 1,5 bulan terakhir.

Penguatan Rupiah kali ini ditopang oleh membaiknya sentimen pasar terhadap risiko global, terutama setelah adanya sinyal positif dari hubungan dagang antara China dan Amerika Serikat.


China disebut sedang mempertimbangkan kembali kemungkinan pembicaraan perdagangan dengan Washington, setelah menerima sejumlah sinyal pendekatan dari pihak AS.

Sementara itu, Presiden Donald Trump di awal pekan ini juga memberi isyarat soal potensi perjanjian dagang baru dengan beberapa mitra strategis seperti India, Jepang, dan Korea Selatan. Ia pun menyatakan keyakinan akan tercapainya kesepakatan dagang dengan China.

Dari sisi lain, tekanan terhadap Dolar AS meningkat setelah sejumlah data ekonomi AS menunjukkan perlambatan. Data Produk Domestik Bruto (PDB), penggajian swasta, dan klaim pengangguran mingguan menampilkan indikasi lesunya aktivitas ekonomi.

Kondisi ini memperkuat ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga acuan oleh Federal Reserve dalam waktu dekat, sekaligus menahan laju penguatan Dolar.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya