Berita

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi/Ist

Publika

Dedi Mulyadi Gubernur Konten

Oleh: Tony Rosyid*
JUMAT, 02 MEI 2025 | 00:37 WIB

ADA dua gubernur baru yang saat ini menjadi perhatian publik, yaitu Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud dan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud dikenal dengan program Gratispol. Ada enam program dalam Gratispol, di antaranya adalah pendidikan dan kesehatan. 

Gubernur Kaltim menggratiskan SMA, S1, S2 hingga S3. Semua siswa SMA dan mahasiswa S1 hingga S3 gratis. Bahkan untuk siswa SMA, selain gratis juga mendapatkan seragam sekolah. 


Dari mana dananya? Kaltim punya APBD Rp22 triliun. Sebanyak 20 persen, yaitu lebih dari Rp4 triliun dialokasikan untuk pendidikan. Dananya cukup. Ini hanya soal mau tidak seorang pemimpin memprioritaskan pembangunan SDM bagi rakyatnya.

Gubernur Kaltim juga menggratiskan biaya kesehatan bagi warganya. Di Kaltim, berobat gratis. Premi BPJS sudah dibayar oleh Pemprov Kaltim. 

Sementara Gubernur Jabar Dedi Muyadi memiliki gebrakan yang memukau dan luar biasa, puji Gubernur Kaltim. 

Setelah dilantik jadi gubernur, Dedi Mulyadi langsung action. Action pertama, Dedi Mulyadi menggusur berbagai bangunan ilegal di Jabar. Terutama yang berlokasi di Puncak Bogor. Ini sumber banjir, kata Dedi. Maka, harus ditertibkan. 

Kepada pemilik bangunan yang digusur, Dedi Mulyadi memberikan kompensasi. Ini bijak. Bogor dan Jakarta berkurang banjirnya, pemilik bangunan dapat ganti rugi.

Ketika dapat ancaman dari preman, Dedi Mulyadi merespons: "Kami lenyapkan preman yang mengganggu". Tegas. Publik bertanya: "Siapa back up Dedi Mulyadi, kok seberani itu?".

Dedi Mulyadi itu kader Gerindra, partai penguasa. Ini dimanfaatkan secara baik, bijak dan efektif oleh Dedi untuk bersikap tegas kepada setiap pelanggaran. Ini bukan soal back up, tetapi utamanya adalah bagaimana menegakkan aruran. Itulah gunanya seorang pemimpin hadir. Dia harus berani menegakkan aturan. Dedi Mulyadi telah melakukannya 

Dua hari belakangan, dua gubernur baru ini semakin populer. Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Pasalnya, Gubernur Kaltim dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI pada Selasa 29 April 2025, menyapa Dedi Mulyadi dan menyebutnya sebagai gubernur konten.

"Yang terhormat Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi, Gubernur konten, kontennya mantap ini Kang Dedi Mulyadi ini".

Rudy Mas'ud menyebut "Gubernur konten, mantap". Ini tentu positif. Kata "mantap" menunjukkan apresiasi Gubernur Kaltim kepada Dedi Mulyadi. Sebagaimana ungkapan Rudy Mas'ud ketika ditanya wartawan soal ini. Harum, panggilan akrab H. Rudy Mas'ud mengatakan: "Dia (Kang Dedi Mulyadi) mantap, kontennya luar biasa, ini menginspirasi. Saya memujinya".

Memang, Dedi Mulyadi layak dipuji dan diapresiasi, sekaligus bisa jadi referensi bagi seluruh kepala daerah untuk berani menegakkan aturan. Aturan dibuat memang harus ditegakkan.

Lepas pro kontra terhadap Dedi Mulyadi, banyak hal positif dari kontennya yang bisa diambil dan dijadikan rujukan bagi para kepala daerah.

Penyebutan "Gubernur konten, mantab ini" oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud belakangan menimbulkan "sedikit polemik" di publik. 

Mungkin ini suara alam bahwa kedua gubernur ini memang layak untuk dibicarakan. Tentu yang diharapkan adalah pembicaraan substansial, bukan mengonfrontasikan keduanya. Jangan sampai malah kontra-produktif. 

Keduanya berteman baik dan saling support satu dengan yang lain. Keduanya adalah aset negara yang saat ini terlihat cukup bagus kinerjanya. Banyak yang bilang: luar biasa.

Belum ada dalam sejarah di Indonesia seorang kepala daerah yang gratiskan kuliah S1-S3. Ini dilakukan oleh Gubernur Kaltim. Juga jarang kita lihat ada kepala daerah yang berani menertibkan ratusan bangunan liar. Ini dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat.

Dua Gubernur Kaltim dan Jabar, yaitu Rudy Mas'ud dan Dedi Mulyadi bisa dijadikan role model bagi para pemimpin daerah. 

Rudy Mas'ud kuat di program kerakyatannya. Total semua energi gubernur digunakan untuk membangun Kaltim agar warga Kaltim bisa sekolah dan kuliah gratis, berobat tanpa biaya, semua masyarakat bisa akses internet gratis, dan pembangunan infrastruktur merata hingga perbatasan Malaysia. 

Sementara Dedi Mulyadi kuat di penegakan aturan dan penertiban wilayah. Langsung turun ke lapangan untuk melihat kedaan warga Jabar, dan secara kultural membantu mereka, sebelum membuat program yang lebih efektif dalam mengentaskan kemiskinan Jabar secara struktural.

Infonya, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud sudah mencoba menghubungi Dedi Mulyadi lewat telepon, agar polemik yang "ecek-ecek dan tidak penting ini" segera diakhiri. 

Sayangnya, belum terhubung. Maklum, Dedi Mulyadi adalah seorang gubernur. Tentu, jadual dan kesibukannya sangat padat. Inilah Gubernur yang hari-harinya bekerja untuk rakyat.

Masyarakat berharap Dedi Mulyadi punya waktu untuk angkat telepon. Lalu ada pembicaraan akrab dua gubernur ini, sambil canda dan ngakak-ngakak. 

Masyarakat Indonesia akan selalu melihat kinerja kedua gubernur ini, juga gubernur-gubernur lainnya. Kinerja yang dilihat, bukan polemiknya. Karena mereka digaji dari uang rakyat untuk bekerja buat rakyat. Keduanya telah berupaya sungguh-sungguh menjalankan amanat dan perintah rakyat.

Selamat bertugas Rudy Mas'ud dan Dedy Mulyadi, rakyat menunggu prestasi yang lebih besar lagi dari kalian.

*Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa


Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya