Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Ist

Bisnis

Jadi Early Mover, Indonesia Dapat Posisi Strategis dalam Negosiasi Tarif AS

KAMIS, 01 MEI 2025 | 15:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah Indonesia bergerak cepat menjadi negara pertama yang merespons kebijakan tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS) yang berpotensi mengganggu stabilitas ekspor nasional. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan status Indonesia sebagai early mover memberikan posisi strategis dalam negosiasi. 

“Tidak hanya kita merespon kepada Amerika tetapi kita juga punya request kepada Amerika. Sehingga sifatnya tidak satu arah, tetapi dua arah, untuk kebaikan perekonomian bilateral. Indonesia mengusulkan langsung di situ sebuah format perjanjian,” kata Menko Airlangga dalam keterangan resmi Kamis 1 Mei 2024.


Menurut Airlangga, pihaknya telah memanfaatkan momentum ini dengan mengajukan proposal kerja sama yang bersifat menyeluruh dan seimbang, termasuk mengusulkan pembaruan perjanjian dagang bilateral seperti Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) antara Indonesia dan AS.

“Indonesia membayangkan ada 72 negara yang akan negosiasi, dan 72 negara itu akan diselesaikan dalam 90 hari. Maka untuk bisa bersaing dengan negara lain, tentu kita harus ada specialty, sesuatu hal yang menarik bagi Amerika,” tegasnya.

Selain bernegosiasi dengan AS, Indonesia juga aktif membangun komunikasi dengan negara-negara mitra strategis lainnya seperti Uni Eropa, Inggris, Malaysia, Singapura, dan China. 

Di saat yang sama, pemerintah juga mendorong penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA), yang disebut hampir memasuki tahap akhir.

Langkah proaktif ini diperkuat dengan pembentukan dua satuan tugas khusus, yakni Satgas Negosiasi yang dipimpin langsung oleh Menko Airlangga dan Satgas Deregulasi untuk menyederhanakan regulasi lintas sektor.

“Arahan Bapak Presiden ini adalah kerja kita bersama, Indonesia incorporated. Jadi kita berharap bahwa ke depan perekonomian bisa kita dorong. Walaupun semua negara terkena wabah tarif ini, diharapkan ASEAN punya antidote. Mudah-mudahan dengan antidote ini kita bisa masing-masing punya resiliensi terhadap ketidakpastian global,” tambahnya.

Meski demikian Airlangga menegaskan negosiasi tarif ini masih dalam tahap awal. Belum ada keputusan yang final meski ia sudah menyambangi Negeri Paman Sam tersebut.

"Terkait tarif kan sedang proses, sedang berjalan. Jadi kita tunggu saja proses yang sedang berjalan, karena ada tim teknis, jadi semua masih tahap awal," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya