Berita

Kolonel Inf Priyanto Eko Widodo ditunjuk menjadi Kabinda Kalimantan Timur (Foto: Prokom Kukar)

Pertahanan

Panglima TNI Mutasi Dua Kepala Badan Intelijen Daerah

KAMIS, 01 MEI 2025 | 02:52 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi terhadap dua pejabat Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda).

Mutasi tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/554/IV/2025 tanggal 29 April 2025 yang mengatur pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.

Seluruhnya ada 237 perwira tinggi (Pati) yang mengalami pergantian jabatan terdiri dari 109 Pati di jajaran TNI AD, 64 Pati di jajaran TNI AL, dan 64 Pati di jajaran TNI AU. Adapun dua pejabat Kabinda yang dimutasi yakni Brigjen TNI Raymond Marojahan dan Brigjen TNI Aldrin Ali Bahasoan. 


Brigjen TNI Raymond Marojahan semula menjabat Kabinda Sulawesi Utara. Raymond kemudian ditunjuk menjadi Agen Intelijen Ahli Madya pada Direktorat Sulawesi dan Nusa Tenggara Deputi Intelijen Dalam Negeri BIN.

Sementara jabatan Kabinda Sulawesi Utara diberikan kepada Kolonel Arm Jonny Marpaung yang sebelumnya Kabag Ops pada Binda Sumatera Utara. 

Lalu, Brigjen Aldrin Ali Bahasoan yang semula Kabinda Kalimantan Timur digeser menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (Stafsus KSAD). Adapun posisi yang ditinggalkan Aldrin Ali kini ditempati Kolonel Inf Priyanto Eko Widodo yang sebelumnya Agen Intelijen Ahli Madya pada Direktorat Maluku dan Papua Deputi Intelijen Dalam Negeri BIN.

"Diharapkan para perwira tinggi yang mengemban jabatan baru dapat melaksanakan amanah dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Kristomei Sianturi dalam siaran pers yang diterima RMOL, Rabu 30 April 2025.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya