Berita

Wakil Ketua Komisi II DPR Bahtra Banong/RMOL

Politik

Legislator Gerindra Usul Pembubaran BUMD Tak Sehat

RABU, 30 APRIL 2025 | 19:10 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pembubaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) disuarakan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, karena ada beberapa perusahaan yang dinilai tidak sehat.

Wakil Ketua Komisi II DPR Bahtra Banong menjelaskan, beberapa BUMD yang eksistensinya menjadi beban fiskal pemerintah daerah (pemda).

"Soal BUMD, kami dari partai Gerindra sangat menitip karena Pak Presiden sangat konsentrasi terhadap efisiensi ini, nah sering kali BUMD ini sangat tidak efisien," ujar Bahtra dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 30 April 2025.


Dia mendorong agar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk bisa memberikan atensi kepada pemda-pemda agar merealisasikan pembubaran sejumlah BUMD.

"Nah, maka dari itu perlu penataan ke depan, jangan sampai pemerintah pusat gencar-gencarnya melakukan efisiensi agar pembangunan kita tetap sasaran, tapi di sisi lain kita juga di daerah melakukan pemborosan anggaran melalui BUMD yang tidak sehat," tuturnya.

Salah satu bukti BUMD di daerah baik Provinsi maupun Kabupaten-Kota menjadi beban fiskal, disebutkan Bahtra karena seringkali pemda memberikan penyertaan modal daerah (PMD) kepada BUMD-BUMD tetapi ternyata tidak produktif dan tidak sehat secara fiskal.

Bahkan kata dia, BUMD dikelola secara tidak profesional karena sering kali yang menjadi komisaris dan direksi adalah mereka yang dipilih karena kedekatan emosional dan kepentingan politik usai pemilihan kepala daerah (pilkada).

"Mungkin daerah-daerah baik provinsi maupun kabupaten kota sering kali melakukan PMD atau penyertaan modal daerah, tetapi BUMD yang diberi PMD ini tidak produktif," jelasnya.

Sehingga, legislator daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Tenggara tersebut mengusulkan kepada Kemendagri dan Kepala daerah untuk membubarkan BUMD yang tidak sehat dan yang menjadi beban fiskal daerah. 

Kecuali, lanjut dia, BUMD-BUMD yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup rakyat seperti PDAM perlu penataan, pengelolaan dan evaluasi lebih lanjut.

"Dan menurut hemat kami BUMD yang tidak sehat kalau perlu dibubarkan saja daripada menjadi beban, kecuali BUMD yang penugasan khusus misalnya menyangkut kebutuhan sehari-hari masyarakat misalnya PDAM, itu penting diperhatikan," ucapnya.

"Tapi kalau hanya lahan parkir, kemudian merugi itu kan tidak efektif. Atau misalnya apa yang disampaikan Gubernur Sulut (Sulawesi Utara) tentang BUMD yang penugasan ekonomi khusus," demikian Bahtra menambahkan.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya