Berita

Kepala Pusat Pengkajian Maritim Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Pusjianmar Seskoal) Laksma TNI Salim/Ist

Pertahanan

Ini Masukan Kapusjianmar untuk Perbaikan Perjanjian Antar Negara

SELASA, 29 APRIL 2025 | 22:14 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Penguatan Hubungan RI-Vietnam sangat penting sebagai langkah menghadapi klaim 10 Dash Line China di Laut China Selatan yang berpotensi menimbulkan konflik bagi Vietnam.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Pengkajian Maritim Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Pusjianmar Seskoal) Laksma TNI Salim dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait RUU tentang Pengesahan Persetujuan Antara Pemerintah RI dan Pemerintah Republik Sosialis Vietnam tentang Penetapan Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 29 April 2025.

“Pemerintah didorong untuk menjalankan hak berdaulat secara aktif, mengamankan wilayah laut dari eksploitasi ilegal oleh nelayan asing khususnya Vietnam. Catatan pentingnya, nelayan Vietnam telah mengambil hasil dari wilayah laut yang seharusnya berada dalam kontrol nelayan Indonesia. Ini menunjukkan perlunya aksi nyata pemerintah,” ucap Salim.


Perwira Tinggi AL yang merupakan ahli filsafat ini pun mengkritisi draf naskah akademik RUU tersebut. Menurut dia, diperlukan konsistensi dan keutuhan dalam pengutipan dari konstitusi.

“Dianjurkan agar penulisan kutipan dari UUD 1945 dan UU yang berlaku ditulis secara lengkap untuk menghindari bias pemahaman dan persepsi yang berbeda. Hal ini penting untuk menjaga akurasi interpretasi khususnya mengenai konsep bentuk negara dan kedaulatan maritim,” jelasnya.

“Naskah akademik ini terutama di bab satu hampir salah semua. Jadi di kajian ini hanya mendefinisikan teori, belum terkait dengan akar permasalahan,” tambahnya.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPR Utut Adianto itu menyambut baik masukan dari Kapusjianmar tersebut. Ia menilai ada pola yang tidak sesuai dilakukan Kementerian Luar Negeri saat ini.

“Sebenarnya apa yang disampaikan Pak Salim itu benar sekali. Ini untuk perbaikan ke depan. Jadi saudara Andreano Erwin (Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kemenlu RI), kalau mau melakukan kerja sama kalau bisa diinfo ke sini,” ucap Utut.

Selain Kapusjianmar dan Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kemenlu RI, hadir juga Direktur Kerjasama Bakamla, Laksma TNI Askari.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya