Berita

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump/Net

Bisnis

Gara-gara Trump, Pasar Sulit untuk Optimis Soal Pertumbuhan Ekonomi

SELASA, 29 APRIL 2025 | 08:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Risiko terjerumusnya dunia ke jurang resesi ekonomi semakin besar. 

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berusaha mengubah sistem perdagangan global dengan memberlakukan tarif untuk semua barang impor ke AS. Akibatnya, pasar keuangan terguncang, nilai pasar saham dunia anjlok triliunan Dolar, dan kepercayaan investor terhadap aset-aset AS, termasuk mata uang Dolar, sebagai tempat investasi yang aman pun ikut menurun.

Meskipun Trump sempat menunda penerapan tarif yang paling berat terhadap banyak mitra dagangnya, tarif umum sebesar 10 persen tetap diberlakukan, dan khusus untuk barang dari China – mitra dagang terbesar AS – tarifnya bahkan mencapai 145 persen.


"Saat ini saja perusahaan sudah kesulitan membuat rencana karena ketidakpastian tarif. Bayangkan harus merencanakan satu tahun atau bahkan lima tahun ke depan," kata James Rossiter, kepala strategi makro global di TD Securities, seperti dikutip dari Reuters, Selasa 29 April 2025.

Karena ketidakpastian yang tinggi dan tarif impor yang mencapai rekor tertinggi dalam 100 tahun terakhir, banyak perusahaan dunia memilih untuk menurunkan atau bahkan menarik kembali proyeksi pendapatan mereka.

Dalam survei Reuters terhadap lebih dari 300 ekonom di seluruh dunia (1-28 April), tidak ada satu pun yang menilai tarif ini berdampak positif pada dunia usaha. Sebanyak 92 persen menyebut dampaknya negatif, dan hanya 8 persen yang menganggap netral — mayoritas berasal dari India dan negara berkembang lainnya.

Tiga dari empat ekonom menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2025 mereka, dengan median turun dari 3,0 persen (survei Januari) menjadi 2,7 persen. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan sedikit lebih tinggi, yaitu 2,8 persen.

Dari 48 negara yang disurvei, 28 negara mengalami penurunan proyeksi pertumbuhan. Untuk 10 negara, prediksi tidak berubah, dan untuk 10 lainnya - termasuk Argentina dan Spanyol - ada sedikit kenaikan karena faktor domestik.

China dan Rusia diperkirakan tetap tumbuh masing-masing sebesar 4,5 persen dan 1,7 persen, lebih tinggi dibandingkan AS, dan angka ini tidak berubah dibandingkan kuartal lalu.

Namun, proyeksi pertumbuhan ekonomi Meksiko dan Kanada mengalami penurunan besar, masing-masing menjadi 0,2 persen dan 1,2 persen.

Tren pelemahan ini juga diprediksi berlanjut hingga 2026, menunjukkan bahwa dampak kebijakan tarif Trump cukup dalam dan sulit untuk segera diperbaiki.

Timothy Graf, kepala strategi makro di State Street untuk kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, mengatakan bahwa saat ini sangat sulit untuk optimis soal pertumbuhan ekonomi.

"Bahkan jika tarif dihapus hari ini, kepercayaan terhadap AS sebagai mitra yang dapat diandalkan dalam berbagai perjanjian tetap sudah terlanjur rusak," ujarnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya