Berita

Kuasa hukum Pendeta Gideon Saragih, Roni Prima Panggabean di Bareskrim Mabes Polri/Ist

Hukum

Pendeta Gideon Laporkan Kompol YR ke Propam Polri

SELASA, 29 APRIL 2025 | 02:09 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Kasus dugaan pemalsuan akta nikah yang berujung penetapan tersangka Pendeta Gideon Saragih oleh penyidik Polres Bogor memasuki babak baru.

Pendeta Gideon melalui kuasa hukumnya, Roni Prima Panggabean melaporkan mantan Kasat Reskrim Polres Bogor, Kompol YR ke Divisi Propam Polri atas penetapan tersangka kasus dugaan pemalsuan akta nikah.

"Minta supaya dievaluasi dan dilakukan penyelidikan khusus terkait dugaan pelanggaran kode etik. Apa salahnya pendeta melakukan pemberkatan nikah? Itu memang tugas pendeta," kata Roni di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Senin 28 April 2025.


Pendeta Gideon diketahui dipolisikan pelapor berinisial RNYT yang merupakan mantan jemaatnya pada Januari 2023, lalu. Saat itu, pelapor sudah tidak lagi jadi jemaat di HKBP Cibinong.

Roni mengatakan, akta nikah yang dikeluarkan usai pemberkatan adalah wewenang negara, dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). 

Sehingga, kata Roni, jika ada indikasi pemalsuan, maka bukan menjadi salah dari Pendeta Gideon.

Saat ini kasus tersebut dalam proses pemberkasan di pihak Kejaksaan.

"Dugaan kami ada oknum-oknum yang membelakangi karena tidak pernah dipertemukan pelapor ini. Tidak pernah dipertemukan," kata Roni.

Roni mencurigai adanya kejanggalan dalam proses penyidikan.

Sebab penyidik Polres baru menyerahkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan setelah adanya surat penetapan tersangka.



Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya